Home Bandara Kementan Musnahkan Bibit Lada Ilegal Asal India di Bandara Soetta

Kementan Musnahkan Bibit Lada Ilegal Asal India di Bandara Soetta

0

Sebanyak 561 batang bibit Lada dan 1 kilogram umbi Jahe yang disita dari seorang warga negara (WN) India pada Minggu (20/1) lalu dimusnahkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan mesin incinerator di Instalasi Karantina Hewan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Jumat (25/1/2019).

Diketahui, benih rempah ilegal tersebut disita dari seorang WN India berinisial PSA (24) yang datang ke Indonesia menggunakan maskapai Malindo Air.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Banun Harpini menjelaskan, benih rempah berupa lada dan jahe ilegal tersebut berpotensi membawa hama penyakit atau organisme penganggu tumbuhan karantina (OPTK). Oleh karenanya harus dimusnahkan.

“Hari ini kita musnahkan benih lada dan umbi jahe tersebut, karena tidak disertai surat jaminan kesehatan dan atau phytosanitary certificate dari otoritas Karantina di India,” kata Banun usai melakukan pemusnahan.

Banun menjelaskan, adapun hama atau OPTK yang dimaksud diantaranya serangga Longitarsus nigripennis, cendawan Rosellinia necatrix dan Phytophthora citropththora.

Selain itu, benih tersebut dapat juga membawa bakteri Pseudomonas syringae pv. syringae serta gulma Cirsium arvense untuk lada dan cendawan Macrophomina phaseolina pada jahe.

“Berdasarkan Permentan nomor 31/2018 tentang Jenis OPTK, benih ini masuk ke dalam media pembawa OPTK yang berpotensi menyebarkan penyakit. Sebagian OPTK ini merupakan golongan I, artinya belum ada di Indonesia dan tidak dapat disembuhkan dengan perlakuan, sangat bahaya bagi budidaya rempah kita,” tegas Banun.

Selain tidak disertai phytosanitary certificate, benih ini juga tidak memiliki Surat Ijin Pemasukan Menteri Pertanian dari Negara Indonesia.

“Padahal menurut pengakuan pemilik, benih tersebut rencananya akan ditanam di wilayah Republik Indonesia,” ungkapnya.

Banun menjelaskan, pelaku yang membawa bibit rempah tersebut kini dibawah pengawasan dan tengah didalami Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBKP Bandara Soetta.

“Yang bersangkutan melanggar Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dengan ancaman penjara paling lama 3 tahun,” tegas Banun. (Rmt)