Home Berita Kasau: Indonesia Berhak Mengatur dan Mengelola Wilayah Udaranya Tanpa Ada Intervensi

Kasau: Indonesia Berhak Mengatur dan Mengelola Wilayah Udaranya Tanpa Ada Intervensi

0

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, menilai, pengaturan ruang udara nasional masih menjadi hal penting sebagai upaya menutup kekosongan hukum dalam penataan ruang udara.

Wilayah udara Indonesia merupakan satu kesatuan yang utuh dan menyatu dengan wilayah daratan dan perairan yang merupakan ruang hidup bangsa Indonesia yang harus tetap dipertahankan keberadaannya.

Kasau dalam keynote speech yang disampaikan Wakasau Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto, di seminar nasional pengelolaan ruang udara nasional, di Klub Eksekutif Persada Purnawira Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (28/8/2019), menyampaikan, TNI AU harus dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat dunia yang disesuaikan dengan ketentuan hukum internasional karena Indonesia sebagai bangsa, memiliki kedaulatan yang utuh dan penuh atas wilayah udaranya.

“Indonesia berhak mengatur dan mengelola wilayah udaranya tanpa intervensi,” tandas Kasau.

Sementara itu, Kepala Dinas Hukum Angkatan Udara (Kadiskumau) Marsma TNI Haryo Kusworo, S.H., M.Hum., sebagai ketua penyelenggara seminar mengatakan, hasil seminar diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya ruang udara dan regulasi pengelolaan ruang udara, meningkatkan kesadaran para stake holder terhadap pentingnya peraturan tentang pengelolaan ruang udara nasional, serta terwujudnya rancangan undang-undang pengelolaan ruang udara nasional menjadi undang-undang.

Seminar yang mengusung tema “Strategi Mendorong Proses Legislasi Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Ruang Udara Nasional (RUU PRUN)” dalam rangka mendorong rancangan undang-undang pengelolaan wilayah udara nasional masuk dalam program legislasi nasional, menghadirkan empat narasumber, masing-masing Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus, Prof. I.B.R. Supancana, S.H., M.H., Dirwilhan Kemhan, dan Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional.

Seminar diikuti 120 peserta yang terdiri dari perwira TNI, Polri, Kemenkopolhukam, Kemhan, Kemhub, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Sekretariat Negara, BNPP, Bappenas, AirNav, akademisi dan mahasiswa.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Irjenau, Koorsahli Kasau, Aspam Kasau, Asops Kasau, Aslog Kasau, Aspotdirga Kasau, Dankodiklatau, Dankoharmatau, Dankorpaskhas, Gubernur AAU, serta para pejabat dan undangan lainnya. (MRZ)