PMKM Unpam di SMA PGRI 22 Serpong: Membangun Literasi Akuntansi di Era Financial Technology

By
4 Min Read

Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMKM) di SMA PGRI 22 Serpong dengan mengusung tema “From Cash to Cashless: Membangun Literasi Akuntansi di Era Financial Technology.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya literasi keuangan dan pengelolaan transaksi digital di tengah perkembangan teknologi finansial yang semakin pesat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan dan pendampingan Ibu Fina Fitriyana, S.E., M.Ak. selaku dosen pendamping PMKM Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang. Kehadiran dosen pendamping menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian yang bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.

Kegiatan berlangsung dengan antusias dan melibatkan siswa-siswi SMA PGRI 22 Serpong dalam berbagai sesi edukatif, mulai dari penyampaian materi, diskusi interaktif, permainan edukasi, hingga evaluasi pemahaman melalui pre-test dan post-test. Acara dipandu oleh Siti Aisyah selaku Ketua PMKM yang juga bertugas sebagai Master of Ceremony bersama Lavina Putri Chiara.

Salah satu materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut berjudul “Pencatatan Transaksi Keuangan dalam Sistem Pembayaran Cashless” yang dibawakan oleh Anggi Anggraeni dan Kayla Sukma Lestari. Materi ini membahas pentingnya kebiasaan mencatat setiap transaksi keuangan meskipun pembayaran dilakukan secara digital melalui e-wallet, mobile banking, maupun QRIS.

Dalam pemaparannya, Anggi Anggraeni menjelaskan bahwa pencatatan transaksi keuangan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu seseorang mengetahui ke mana uang digunakan, mengontrol pengeluaran, serta mengelola keuangan secara lebih bijak. Menurutnya, kemudahan transaksi digital sering kali membuat pengguna kurang menyadari jumlah pengeluaran yang telah dilakukan.

Sementara itu, Kayla Sukma Lestari menambahkan bahwa sistem pembayaran cashless sebenarnya memberikan kemudahan dalam pencatatan karena riwayat transaksi telah tersimpan secara otomatis pada aplikasi pembayaran digital. Namun, pengguna tetap perlu melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap transaksi yang dilakukan agar tidak terjebak dalam perilaku konsumtif.

Selain memberikan pemahaman mengenai konsep pencatatan keuangan, para pemateri juga mengajak peserta untuk mempraktikkan cara sederhana mencatat pemasukan dan pengeluaran. Peserta diperkenalkan pada langkah-langkah dasar seperti mencatat tanggal transaksi, jenis transaksi, nominal uang yang digunakan, serta memisahkan antara pemasukan dan pengeluaran agar kondisi keuangan dapat dipantau dengan lebih mudah.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan terkait penggunaan dompet digital, keamanan transaksi cashless, hingga cara mengelola uang saku agar tidak cepat habis akibat kemudahan bertransaksi secara digital.

Selain penyampaian materi, panitia juga mengadakan berbagai kegiatan interaktif untuk meningkatkan keterlibatan peserta, salah satunya melalui sesi games edukatif yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Dalam permainan tersebut, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diminta menyusun huruf acak menjadi istilah-istilah yang berhubungan dengan dunia keuangan digital dan sistem pembayaran cashless. Suasana kegiatan berlangsung meriah karena setiap kelompok berusaha menyelesaikan tantangan dengan cepat dan tepat untuk menjadi pemenang.

Kegiatan games ini tidak hanya bertujuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, tetapi juga membantu peserta mengingat kembali materi yang telah disampaikan. Antusiasme siswa terlihat dari semangat mereka dalam bekerja sama dan menjawab setiap tantangan yang diberikan oleh panitia.

Ketua PMKM, Siti Aisyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi keuangan yang semakin pesat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya literasi keuangan sejak dini. Dengan memahami cara mengelola dan mencatat transaksi keuangan, siswa dapat menjadi generasi yang lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi finansial,” ujarnya.

Melalui kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat ini, mahasiswa Universitas Pamulang tidak hanya menjalankan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga turut berkontribusi dalam membangun generasi muda yang memiliki kemampuan literasi keuangan yang baik. Diharapkan para siswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu mengelola keuangan secara lebih teratur, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan era digital.

Share This Article