Home Berita Direlokasi ke Pasar Sepatan, Pedagang: Yang Penting Dagang dan Laku

Direlokasi ke Pasar Sepatan, Pedagang: Yang Penting Dagang dan Laku

0

Pedagang kaki lima (PKL) di sekitar sepanjang Jalan Raya Sepatan direlokasi ke tempat pasar tradisional milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang. Relokasi ini sudah masuk tahapan verifikasi.

“Relokasi saya setuju, yang penting masih bisa berjualan, jangan sampai direlokasi saya tidak berjualan,” ujar Nurdianti, pedagang rempah-rempah, Kamis (21/11/2019).

Senada dengan Nurdianti pedagang lainnya, Yanto yang membawa persyaratan verifikasi dan pendataan.

Ia pun setuju dengan Nurdianti jika relokasi menjadi solusi terbaik untuk para pedagang yang berjualan di sepanjang jalan raya Sepatan.

“Relokasi setuju, yang penting jualan dan laku,” kata Yanto pedagang Ayam potong.

Mereka berdua sebelumnya tidak mengetahui akan adanya rencana relokasi pedagang kaki lima ke pasar tradisional milik pemerintah daerah

Berbeda dengan Nurdianti dan Yanto salah seorang pedagang lain, bernama Muhammad mengetahui rencana penertiban karena selama ini jalan raya sepatan dan pakuhaji kalau pagi hari dan sore hari sering terjadi kemacetan.

Muhammad berharap penertiban yang dilakukan Pemerintah dan para tim nantinya dapat membuat para pedagang kaki lima di pasar sepatan lebih tertata.

“Nanti kalau ditata pasti tempatnya akan jadi lebih nyaman, lebih rapi, tidak di pinggir jalan langsung begini rapih,” ucapnya.

Jembar, Ketua Tim Relokasi mengatakan, sedikitnya 300 lebih pedagang sudah menyetujui untuk direlokasi ke pasar tradisional yang sudah dibangun oleh pemerintah daerah melalui disperindag.

“Para pedagang siap mengikuti kebijakan pemerintah daerah. Maka nanti akan kita tata sedemikian rapihnya,” ucapnya.

Ditambahkannya, para pedagang kaki lima percaya, solusi yang diberikan Pemkab Tangerang adalah yang terbaik untuk masyarakatnya.

“Nanti kita konsep bagaimana pembeli datang dari berbagai wilayah, disamping itu juga kuliner akan kita adakan jadi pasar tradisional 24 jam non stop,” jelasnya. (Sam)