Home Bandara Barang Bawaan Tertinggal di Bandara Soetta? Segera Ambil Sebelum Dimusnahkan

Barang Bawaan Tertinggal di Bandara Soetta? Segera Ambil Sebelum Dimusnahkan

0

Apakah anda pernah mengalami kehilangan barang bawaan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta? Atau barang bawaan anda tercecer ketika berada di Terminal?

Jika iya, sebaiknya segera menghubungi petugas Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Karena, apabila tidak diambil dalam waktu maksimal 30 hari maka barang tercecer (barcer) atau yang tertinggal tersebut akan disumbangkan bahkan dimusnahkan.

Senior Manager Of Branch Communication & Legal Bandara Soetta, Febri Toga Simatupang mengatakan, barang milik penumpang yang tertinggal atau dilaporkan hilang akan disimpan maksimal 30 hari kalender tergantung jenisnya.

“Apabila tidak diambil dalam masa penyimpanan tersebut, maka barang tersebut akan disumbangkan atau dimusnahkan,” kata Febri saat ditemui di Garbage Plant Bandara Soetta, Tangerang, Senin (23/12/2019).

Febri menjelaskan, masa penyimpanan barang hilang atau tertinggal dibagi menjadi 2 kategori, yakni barang dilarang (prohibited items) adalah 30 hari kalender. Sedangkan masa penyimpanan barang hilang kategori makanan dan barang berbahaya (Dangerous Goods) adalah maksimal 24 jam.

“Apabila hingga batas waktu penyimpanan berakhir belum juga ada yang melakukan proses klaim/mengambil/mengakui, maka barang tersebut akan disumbangkan kepada Yayasan sosial. Sementara barang-barang hilang atau tertinggal kategori makanan, dangerous goods dan prohihited items akan dimusnahkan atau dihancurkan,” jelas Febri.

Nah, bagi anda pengguna jasa Bandara yang kehilangan barang di area Terminal maupun publik, dapat mengisikan formulir kehilangan pada aplikasi Indonesia Airports yang dapat diunduh di Playstore dan iOS, juga pada laman website https://soekarnohatta-airport.co.id

form ini berfungsi sebagai sistem pencatatan, pemantauan dan pencarian barang barang hilang atau Tertinggal (Lost Item).

“Hal ini merupakan salah satu program customer Journey experience bagi pelanggan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kenyamanan kepada pengguna jasa bandar udara, efektivitas dan efisiensi dalam proses penanganan barang hilang atau tertinggal,” tutup Febri. (Rmt)