Home Berita Mauk Timur Gotong Royong Bersihkan Gorong-gorong

Mauk Timur Gotong Royong Bersihkan Gorong-gorong

0

Dalam mensikapi musim penghujan kebersihan gorong gorong menjadi hal yang sangat utama untuk mengantisipasi musibah banjir yang bisa terjadi kapan saja, oleh karena hal tersebut kegiatan Gotong Royong Masyarakat menjadi kewajiban bersama.

Dalam kegiatan gotong-royong yang dipimpin langsung Lurah Mauk Timur, Kecamatan Mauk, Khalid Mawardi melibatkan puluhan warga, Babinsa dan Binamas, secara bahu-membahu dan penuh semangat membersihkan lingkungan sekitarnya, saluran air dari tumpukan sampah.

Selain membersihkan aliran drainase dan jalan-jalan, konsentrasi gotong-royong juga dilaksanakan pada aliran kali cimauk yang berada di wilayah ini. Belasan orang turun dengan berbekal peralatan kebersihan seperti sapu, pengeruk sampah, cangkul dan sekop membersihkan daerah pinggiran kali dan got-got secara bersama-sama hingga bersih dari berbagai sampah.

“Membuang sampah ke dalam aliran kali, saluran air memang pekerjaan yang mudah namun berakibat fatal dan merugikan warga sendiri. Karena sampah yang bertumpuk dan mengendap di kali akan menjadikan kali dangkal yang mengakibatkan ketidak mampuan kali menampung banyak air pada musim penghujan sehingga setiap saat kali dapat meluap dan menyebabkan banjir,” kata Lurah Mauk Timur Khalid Mawardi, Minggu (5/1/2020).

Khalid juga meminta kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan kebiasaan yang salah dengan membuang sampah sembarangan apalagi membuang sampah ke kali, saluran air, dan got-got demi kenyamanan dan kesehatan lingkungan bersama. Jika lingkungan bersih tentu warga yang mendiami wilayah tersebut juga akan sehat.

“Saya meminta kepada masyarakat, stop kebiasaan buruk menjadikan sungai sebagai tempat sampah. Mari kita jaga kali dan saluran air untuk menciptakan lingkungan bersih dan bebas banjir,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Khalid juga mengatakan untuk terus memupuk budaya gotong-royong. Karena gotong-royong ini merupakan bagian dari budaya orang Indonesia, dengan bergotong-royong pekerjaan yang banyak dan berat menjadi lebih ringan serta dapat segera diselesaikan.

“Budaya gotong-royong memang sudah mengakar dalam diri bangsa Indonesia, hal ini harus terus kita pupuk agar masyarakat terbiasa melakukan berbagai kegiatan dengan cara bersama-sama. Gotong-royong dapat mempersatukan dan meningkatkan solidaritas antar tetangga disebuah lingkungan. Salah satunya bergotong-royong untuk membersihkan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Selain itu, Lurah Mauk Timur juga memberikan arahan agar masyarakat sudah harus mampu memilah sampah dengan benar. Dengan memilah sampah tentunya dapat mengurangi tumpukan sampah yang menggunung. Artinya ada sampah yang memang harus dibuang ada yang dapat dipergunakan lagi atau didaur ulang.

“Pemilahan sampah yang paling sederhana yakni pemilahan sampah dengan kategori organik dan non organik. Sampah organik bisa didaur ulang menjadi pupuk organik atau kompos dan sampah non organik sebagian dapat menjadi barang-barang daur ulang seperti tas, hiasan meja dan lain sebagainya,” ucapnya.

Jika masyarakat mampu melaksanakan pemilahan sampah, sambung Khalid, tentu sampah yang ada tidak akan berserakan dan bertumpuk sehingga lingkungan tempat tinggal warga juga bersih dan sehat bebas sampah.

Seluruh sampah yang telah dibersihkan dari lingkungan ini diangkut dengan menggunakan grobag sampah untuk diteruskan ke TPS. (Sam)