Bandara Internasional Soekarno-Hatta baru saja mencatat pencapaian penting, yaitu menempati posisi kedua sebagai bandara tersibuk di Asia Tenggara menurut laporan OAG Southeast Asia Aviation Market edisi Juli 2026.
Dengan kapasitas kursi penerbangan terjadwal mencapai 3,32 juta, naik 3,2 persen dibandingkan tahun lalu, Soekarno-Hatta semakin menegaskan perannya sebagai simpul utama konektivitas nasional dan internasional.
Sepanjang semester pertama 2026, bandara ini melayani 25,9 juta penumpang dengan 177.724 pergerakan pesawat, angka yang mencerminkan betapa vitalnya peran bandara ini dalam mobilitas masyarakat.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan bahwa capaian ini bukan sekadar angka, melainkan tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“Pengakuan dari OAG yang menempatkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai bandara tersibuk kedua di Asia Tenggara merupakan pencapaian yang membanggakan bagi kami,” kata Heru, Jumat (7/8/2026).
“Di balik capaian tersebut, terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan setiap pertumbuhan trafik diikuti dengan peningkatan kapasitas, kualitas pelayanan, serta pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi seluruh pengguna jasa,” jelasnya.
Transformasi besar tengah digerakkan melalui tiga pilar utama, yakni Premises, People, dan Process.
Revitalisasi Terminal 1A akan menggandakan kapasitas hingga 10 juta penumpang per tahun, sementara Terminal 3 terus dipercantik dengan area check-in baru, boarding lounge yang lebih modern, serta fasilitas umum yang lebih ramah penumpang.
Teknologi juga menjadi kunci. Self bag drop, bag tracking, layanan biometrik, hingga digital wayfinding berbasis aplikasi ponsel kini hadir untuk mempermudah perjalanan.
Di balik layar, CX Academy melatih sumber daya manusia agar pelayanan semakin profesional dan berstandar internasional.
“Kami ingin pertumbuhan trafik yang terus meningkat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan,” jelas Heru.
“Oleh karena itu, kami terus memperkuat kapasitas bandara, menghadirkan layanan berbasis teknologi, serta meningkatkan kompetensi seluruh petugas agar setiap penumpang merasakan perjalanan yang lebih mudah, nyaman, dan berkesan,” tuturnya. (Rmt)

