Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 14.057 anak mengalami stunting sepanjang periode Januari hingga Juli 2026. Pemerintah daerah pun terus memperkuat berbagai upaya pencegahan, salah satunya melalui kampanye pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, mengatakan angka tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
“Jumlah stunting di Kabupaten Tangerang saat ini tercatat sebanyak 14.057 anak,” kata Hendra kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).
Menurut Hendra, salah satu langkah yang dilakukan untuk menekan angka stunting adalah menyelenggarakan peringatan Pekan Menyusui Sedunia tingkat Kabupaten Tangerang. Dalam kegiatan tersebut, Dinkes kembali menggelar prosesi “Wisuda ASI Eksklusif”, program yang telah dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut sebagai bentuk apresiasi kepada ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.
Pada tahun ini, sebanyak 132 bayi mengikuti Wisuda ASI Eksklusif setelah berhasil mendapatkan ASI eksklusif sejak lahir hingga usia enam bulan.
“Tahun ini ada 132 anak yang mengikuti Wisuda ASI Eksklusif. Program ini diberikan kepada bayi yang telah mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupannya,” ujar Hendra.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi para ibu agar tetap melanjutkan pemberian ASI hingga anak berusia dua tahun sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan.
Menurut Hendra, pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu intervensi penting dalam upaya pencegahan stunting karena mampu mendukung pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memenuhi kebutuhan gizi bayi pada awal kehidupan.
“Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu langkah penting dalam pencegahan stunting. Karena itu kami terus mendorong para ibu untuk memberikan ASI secara optimal sesuai anjuran,” kata Hendra.
Selain mengampanyekan ASI eksklusif, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang juga terus memperkuat berbagai program pencegahan stunting melalui pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi bagi keluarga, serta pendampingan kepada ibu hamil dan balita sebagai bagian dari upaya menurunkan prevalensi stunting di daerah tersebut. (rez)

