Home Berita Demi Dapat KKS, Warga Mauk Sampai Ketiduran

Demi Dapat KKS, Warga Mauk Sampai Ketiduran

0

Munirah (58), Warga Kampung Lor RT 09/02, Desa Tegal Kunir Lor, Kecamatan Mauk, rela sampai ketiduran untuk mendapatkan kartu keluarga sejahtera (KKS).

Padahal dirinya sedang sakit ginjal, mengharuskan cuci darah dalam satu minggu sekali di salah satu rumah sakit di Tangerang. Namun pihak bank tidak boleh diwakili harus mengambil sendiri. Hal ini di sampaikan H.Tabrani (65) suami dari Munirah.

“Saya dari sejak tadi pagi udah datang, pas dipanggil atas nama istri saya tapi tidak bisa mengambil karena tidak boleh diwakili,” ucap H.Tabrani kepada awak media, Sabtu (30/5/2020).

Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Desa Tegal Kunir Lor, Tafsuji mengatakan, seharusnya pihak bank tidak mempersulit data warga yang sedang sakit atau warga yang sudah lansia, untuk mengambil kartu KKS.

“Saya sebagai pekerja sosial juga bingung, harusnya pihak bank fleksibel saja terhadap warga yang katagorinya sakit atau sudah lansia,” ujarnya.

Tafsuji mengungkapkan, distribusi kartu kesejahteraan sosial (KKS) seolah-olah pihak bank tidak percaya dengan pendamping, PSM, TKSK, PKH dan dan pihak desa.

“Munirah ini cuci darah satu minggu sekali, masa sih pihak tidak percaya dengan petugas sosial, kasihan kan kalau kita melihatnya orang sampe tiduran karena sedang sakit,” ungkapnya.

Ia berharap kepada pihak bank agar proses pendistribusian kartu KKS untuk warga yang sakit dan sudah lansia tidak kaku dan harus fleksibel. (Sam)