Home Berita Pegawai Kecamatan Kosambi Rapid Test Covid-19

Pegawai Kecamatan Kosambi Rapid Test Covid-19

0

Puluhan pegawai Kecamatan Kosambi baru menjalani rapid test Covid-19, yang dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (11/6/2020).

Padahal, pegawai Kecamatan merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat yang seharus menjadi prioritas untuk dilakukan tes kesehatan lebih awal saat terjadi pandemi agar cepat terditeksi lebih dini untuk mengartsipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Menanggapi hal tersebut Plt.Camat Kosambi, Tisna Hambali Rudani mengungkapkan bahwa Kecamatan Kosambi baru mendapat giliran setelah pihaknya mengajukan rapid test kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

Dia juga mengaku, rapid test yang digelar di kantornya itu, dilakukan secara cuma-cuma (gratis) dari Dinas Keseharan Kabupaten Tangerang dan Puskesmas Salembaran Jaya.

“Kami baru dapat gilirannya sekarang, dan rapid test ini gratis karena ini usulan dari kami kepada Dinkes,” kata Tisna Hambali.

Dia menjelaskan, kegiatan rapid test ini, untuk mengetahui status kesehatan para pegawai di lingkungan Kecamatan Kosambi.

“Pegawai yang menjalani rapid test kali ini seharusnya diikuti sekitar 120 pegawai yang terdiri dari staf Kecamatan dan Kelurahan se Kecamatan Kosambi,” jelas Tisna.

Tisna mengakui, rapid tes sangat penting dilakukan kepada pegawai yang perupakan ujung tombak pelayan masyarakat agar tidak menularkan kepada yang lain.

“Rapid test sangat penting, untuk mengetahui sejak dini, apalagi pegawai ini adalah ujung tombak pelayan masyarakat, jadi kalau lebih cepat terditeksi justru lebih baik agar tidak menularkan ke orang lain,” jekasnya.

Sementara itu, Juru bicara gugus tugas Covid-19 Pemkab Tangerang, dr. Hendra Tarmizi menjelaskan, bahwa jumlah alat rapid test yang dimiliki Pemkab Tangerang sangat terbatas.

Karena keterbatasan itu, lanjut Hendra, maka diprioritas didaerah zona merah seperti di wilayah Kecamatan Kelapa Dua dan Pasar Kemis.

“Karena masih ada sisa alat rapid test maka kita lakukan di Kosambi, mungkin kalau tidak ada juga tidak kita lakukan,” ungkapnya.

Menurutnya, sekarang yang lebih terpenting adalah verifikasi kasus dan bukan mengunakan rapid test tapi hasil swab.

Ia menjelaskan, jumlah alat rapid test di Kabupaten Tangerang ada 11.000 dan masih tersisa sekitar 1000 alat rapid test.

“Kita sekarang tidak fokus lagi ke rapid test, tapi kita akan fokus ke hasil swab nanti,” pungkasnya.

Data dari tim Covid-19 yang terdiri dari Dinkes dan Puskesmas Salembaran Jaya, pelaksanan rapid test Covid-19 di Kecamatan Kosambi, hanya diikuti 83 orang yang terdiri dari pegawai dan pengunjung termasuk anak-anak.

Dari 83 orang yang menjalani rapid test tersebut, dinyatakan tidak reaktif (NR) Covid-19.(Sam)