Beranda News Update Pedagang Pasar Karangantu Menolak Direlokasi ke Pasar Jenggot

Pedagang Pasar Karangantu Menolak Direlokasi ke Pasar Jenggot

0

Upaya Pemerintah Kota Serang untuk merelokasi Pasar Karangantu ke Pasar Jenggot yang berada dikampung Jenggot Kelurahan Desa Margaluyu Kota Serang menuai banyak penolakan dari pedagang para pedagang pasar.

Sekertaris Paguyuban Pedagang Pasar Masyarakat Karangantu (P3MK) Herman Daeng Paruka mengatakan, ada beberapa alasan penolakan dari para pedagang pasar yang dinilai tidak sesuai dengan keinginan para pedagang.

“Kita bukan menolak bukan tidak mau di pindah, akan tetapi pindah kan kami yang sesuai dengan peruntukannya pasar ini, Pasar itukan identik dengan masyarakat, kalau pasarnya jauh dari masyarakat siapa yang mau beli,” kata Herman, saat ditemui di Pasar Karangantu, Selasa (27/10).

Herman menjelaskan, para pedagang yang menempati lapaknya ini telah berpuluh -tahun berjualan di Pasar Karangantu. Menurutnya, Alasan para pedagang menolak untuk di relokasi dari Pasar Karangantu yang berada di Wilayah Kelurahan Banten ke Pasar Jenggot yang berada di Kelurahan Margaluyu lantaran jarak yang terlalu jauh.

Ia menilai, Pemerintah Kota Serang terlalu memaksakan diri untuk merelokasi, kemudian tidak sesuai dengan aspirasi dan keinginan dari para pedagang dan masyarakat. Padahal, Herman menjelaskan, sebelumnya di tahun 2016 pihaknya telah melakukan dialog bersama kelurahan dan instansi terkait relokasi keberadaan Pasar Karangantu.

Lalu di tahun 2016, para pedagang yang terhimpun dalam P3MK menyetujui relokasi dengan catatan lokasi yang tidak jauh dari lokasi awal dan berada di wilayah Kelurahan Banten. Namun, hingga saat ini, pihaknya tidak dilibatkan dalam rencana relokasi pedagang ke Pasar Jenggot.

“Kita pernah kasih beberapa solusi ke Pemkot Serang, tempatnya tidak jauh masih di wilayah Kelurahan Banten, tapi setelah sekian tahun kemudian muncul pasar jenggot dan kita disuruh pindah kesana,” kata Herman.

Menurutnya, pedagang-pedagang kecil ini, pedagang yang memang tidak jauh dari hasil pencaharian, Ia mencontohkan pedagang ikan yang mengambil ikan dari pinggir muara untuk dijual di Pasar Karangantu.

Selain itu nilai sejarah yang dimiliki Pasar Karangantu. Herman menerangkan, Pasar ini berdiri sejak tahun 1960, dulu Pasar Karangantu dinamakan Pasar Niaga, kemudian berubah menjadi Pasar Induk di era Orba menjadi Pasar Karangantu.

“Pasar Karangantu ini pasar bersejarah, dari tahun 60an pasar yang namanya dulu pasar niaga, pasar induk yang punya sejarah, sejarah akan hilang,” jelasnya.

Dia berharap, kalaupun memang para pedagang akan direlokasi, pasar pengganti itu berada masih diwilayah kesultanan bukan diluar kelurahan banten, ada wisata, ada pariwisata ada juga pasar tradisional yang juga menunjang, Kalau pasar yang baru masuk kelurahan margaluyu beda kelurahan, jika Renovasi pasar lamanya saja dengan bagus jadikan pasar higienis.

“Pemkot sebaiknya mencarikan solusi yang terbaik, hasil kesepakat kemarin tidak sesuai dengan kita, saya pengennya begini, coba sih ditata saja dengan bagus pasarlama karangantu, silahkan pemerintah bagaimana caranya, intinya, kita siap dialog dan sebagainya cuma kalau secara kita memaksakan diri ya jangan.” Pungkasnya. (Smn)