Home News Update Larangan Mudik Idul Fitri, Sopir Bus di Kabupaten Pandeglang Kecewa

Larangan Mudik Idul Fitri, Sopir Bus di Kabupaten Pandeglang Kecewa

0

Adanya keputusan larangan mudik Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2021 dari Pemerintah Pusat, bikin para sopir Bus jurusan Labuan-Kalideres merugi karena berdampak pada pendapatan mereka. Bahkan mereka merasa terancam tidak bisa beroperasi seperti lebaran tahun lalu atau awal-awal adanya pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, pemerintah telah resmi melarang masyarakat mudik lebaran 2021, sebagai upaya pencegahan penularan wabah virus corona (Covid-19). Larangan yang berlaku dari tanggal 6-17 Mei 2021 ini, membuat sebagian besar moda transportasi tidak diizinkan dipakai untuk pulang kampung.

Salah seorang sopir Bus, Ridho (54) mengaku, sangat terpukul atas adanya kebijakan larangan mudik lagi. Karena bukan hanya para pemilik Bus yang merugi, namun ia beserta sopir lainnya dirugikan atas kebijakan tersebut.

“Jelas kami kecewa kepada kebijakan pemerintah tersebut, sebab kami bakal terdampak lagi kalau tidak adanya mudik lebaran. Yang rugi bukan hanya perusahaan, kami juga dirugikan selaku sopir,” keluh Ridho, Selasa (20/04/2021).

Lanjut Ridho, tahun lalu saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pendapatannya menurun drastis, hingga sama sekali tidak mendapatkan penghasilan. Selain itu, dia mengaku bantuan yang dijanjikan pemerintah tak kunjung diterimanya.

“Kayak tahun kemarin itu, kami para sopir merugi. Kami tak dapat bantuan, baik dari pemerintah maupun perusahaan. Masa tahun ini kami harus gigit jari lagi,” keluhnya lagi.

Maka dari itu, dia bersama para sopir lainnya, sangat berharap kebijakan itu dapat dicabut kembali. “Ya harapan kami itu tadi, ingin tetap tak dilarang mudik lebaran supaya memang kami bisa mendapatkan penghasilan untuk lebaran,” harapnya.

Senada, Sopir lainnya, Samsudin (47) mengaku sangat kecewa dengan kebijakan pemerintah dengan adanya larangan mudik. Dirinya hanya bisa pasrah mengikuti kebijakan yang telah diputuskan oleh pemerintah.

“Kalau saya, hanya bisa mengikuti kebijakan yang ada. Kalau pemerintah inginnya kayak gitu, ya saya ikuti saja lah, bagaimana Pemerintah saja,” katanya.

Tetap, dia tak sependapat atas kebijakan pelarangan mudik, karena bakal menurunkan pendapatan dirinya dan sejumlah rekan-rekan yang memang mencari nafkah di jalan tersebut.

“Kami harap ada perhatian juga terhadap kami yang terdampak atas kebijakan tersebut, karena memang kami kan penghasilannya dari situ,” pungkasnya. (Dan)