Home Berita Waduh, Lahan Cluster Melati Residence Disebut Milik Tubagus Chairy Wardana

Waduh, Lahan Cluster Melati Residence Disebut Milik Tubagus Chairy Wardana

0

Belum rampung permasalahan uang konsumen yang telah berinvestasi di lahan milik PT. RP, melalui kepemilikan rumah di Cluster Melati Residence terkait dugaan penggelapan dan penipuan atas laporan kuasa hukum, kini nasib konsumen di buat bingung permasalahan kepemilikan lahan.

Lahan tersebut di sebut oleh kuasa hukum dari Firma dan Rekan merupakan milik Tubagus Chairy Wardana, terpidana kasus suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Lebak, Banten di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepemilikan lahan yang di peruntukan untuk pembangunan cluster Melati Residence di beberkan oleh Harsya Wardhana. Menurutnya, pihak TCW juga sudah melaporkan PT. RP ini atas dugaan penyerobotan tanah.

“Jadi gini, setelah kami konsultasikan, ternyata lahan tersebut milik pak Wawan suaminya ibu Airin,” ungkap Hasya kepada tangerangonline.id di halaman mapolres Tangsel (21/6/2021)

Ia menjelaskan, asal muasal kepemilikan lahan tersebut hingga jatuh kepemilikannya kepada TCW itu bermula karena sangkutan hutang piutang pemilik sebelumnya yakni almarhum Bunyamin, mantan walikota Serang.

“Asal muasalnya itu pada tahun 2008, pak Bunyamin ini pernah pinjam uang dengan pak Wawan, sebagai jaminannya itu adalah akte jual beli dengan pengikatan PPJB lunas,” bebernya

Di katakan Harsya, pihak kantor Firma dan rekan sudah berkomunikasi dengan kuasa hukumya TCW. Pihak TCW juga melaporkan SMT ini dengan dugaan penyerobotan tanah di jalan Hasanrika, Rt: 04 Rw:02 Kelurahan Jelupang, Serpong Utara.

“Iya, kuasa hukumnya ternyata sudah melaporkan dugaan penyerobotan tanah yang di lakukan oleh SMT ini. Jadi PT. RP ini bukan hanya bermasalah dengan kami, tetapi juga dengan pihak pak Wawan,” ucapnya

Lebih lanjut, 21 komsumen yang sudah membeli unit rumah di lahan cluster Melati Residence tetap menuntut PT. RP untuk mengembalikan uang yang diduga di larikan oleh pengembang.

Kisaran kerugian tersebut di taksir hingga mencapai 20 milliar lebih tergantung tipe rumah dan ruko. Harga perunitnya tersebut di bandrol dari harga Rp. 300 juta rupiah untuk kepemilikan ruko, dan juga Rp. 500 – 700 juta untuk sebuah rumah tinggal. (Adt)