Home Berita Siswa Senang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Dengan Prokes 5M Ketat

Siswa Senang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Dengan Prokes 5M Ketat

0

Dengan memakai masker dua lapis, Aribah (9 tahun) tampak bergegas menuju mobil, dimana ayahnya telah menunggu untuk mengantarkannya ke sekolah.

Ia tampak bersemangat sekali, masker cadangan sudah ia siapkan didalam tas tadi malam, dua botol hand sanitizer terselip dalam tasnya, tisu basah, tisu kering dan sebotol minuman air putih serta buku-buku pelajaran sudah rapih tersimpan dalam tasnya.

Satu setengah tahun ia menanti untuk bersekolah tatap muka, namun Pandemi Covid-19 mengharuskan ia untuk belajar secara online di rumah.

Tiba di gerbang sekolah, panitia sekolah sudah menyambut, Aribah masuk sekolah dengan terlebih dahulu mengecek suhu tubuh dan mencuci tangan. Para guru sudah bersiap diruang kelas masing-masing untuk menyambut siswa yang datang dengan pengawasan panitia PTMT sekolah.

Ia bersekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Baktijaya 4, Depok, Jawa Barat. Sekolah ini menggelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada 27 September 2021. Sebelum masuk sekolah, orang tua murid dan siswa diwajibkan mengikuti pertemuan secara virtual atau zoom meeting untuk mengetahui tentang aturan main dan tata cara pembelajaran tatap muka.

Menurut Ketua Panitia PTMT SDN Baktijaya,Uki, PTMT dilakukan dengan Protokol Kesehatan 5M yang super ketat. Pihak sekolah membudayakan pola hidup bersih dan sehat dalam rangka pencegahan penyebaran dan pengendalian virus Covid-19. Para guru, siswa dan orang tua murid pun diwajibkan memakai masker dan mengikuti aturan Protokol Kesehatan ketat. Jangan coba-coba orang tua yang menjemput tidak memakai masker, maka akan diminta pulang dulu untuk mengambil masker, baru siswa boleh dijemput.

Ia menjelaskan, PTM Terbatas dilakukan dengan dua tahap, yakni PTMT Transisi selama dua bulan dan PTMT New Normal yang dimulai pada Januari 2022 nanti.

“Peserta PTMT adalah siswa yang mendapat persetujuan dari orang tua yang dibuktikan dengan surat ijin bermaterai,” beber Uki dalam zoom meeting yang dihadiri Kepala Sekolah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Baktijaya 4, Depok, Ento Onasih, akhir September lalu, sebelum beberapa hari kemudian masuk sekolah.

Para siswa selama pembelajaran tatap muka, wajib mengikuti Protokol Kesehatan 5M yang ketat, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Bagi siswa yang memilih belajar dirumah dapat mengikuti pelajaran secara daring dari rumah. Dalam pembelajaran ini, hanya 11 kelas full PTMT dan sisanya sebanyak enam kelas dilakukan pembelajaran secara daring, hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan.

“Jika siswa memiliki resiko memiliki penyakit bawaan (comorbid) maka akan diarahkan untuk mengikuti pembelajaran dikelas daring untuk sementara waktu atau membuat surat keterangan dari Dokter yang menyatakan bahwa siswa siap mengikuti PTMT dan orang tua siap menanggung segala resiko,” ungkap Uki.

Soal kesiapan sekolah dalam pembelajaran ini, sambungnya, pihak sekolah telah menyiapkan sepuluh toilet yang layak dan bersih untuk siswa dan dua toilet khusus untuk guru. Sekolah juga menyiapkan hand sanitizer, disinfektan, masker standar medis, thermo gun dan alat penunjang kesehatan lainnya.

Siswa yang masuk sekolah wajib mengenakan masker, tak terkecuali para guru dan tenaga pendukung lainnya serta tamu yang akan berkunjung ke sekolah. Pihak sekolah yang bekerjasama dengan Puskesmas setempat  juga memiliki data lengkap tentang peserta didik usia 12 tahun yang sudah di vaksin Covid-19, riwayat perjalanan keluar kota, dan yang memiliki penyakit comorbid.

Pelaksanaan PTMT dilakukan dua kali (Selasa dan Kamis) pembelajaran dalam sepekan, dengan durasi pembelajaran selama dua jam, yakni sesi satu mulai dari pukul 07.30-09.30 WIB, kemudian pada minggu depan (Selasa dan Kamis) masuk sekolah lagi mulai dari pukul 10.00-12.00 WIB, dimana setiap siswa hadir secara bergiliran. Sementara, hari-hari lain, selain Selasa dan Kamis, pembelajaran dilakukan secara daring.

Siswa wajib mengikuti aturan yang sudah ditetapkan dengan menerapkan Prokes 5M ketat didalam ruang kelas dengan panduan guru. Tiap kelas dibagi dua rombongan belajar (50 persen dari jumlah siswa dalam satu kelasnya). Kedatangan disetiap sesinya disesuaikan dengan nomor urut absen siswa masing-masing. Untuk nomor urut absen pada sesi kedua dilakukan pembelajaran seara daring sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan menunggu sesi satu selesai, baru masuk kelas dengan mentaati Prokes ketat.

Ia menyampaikan, dari hasil survey yang dilakukan dengan partisipan 100 persen, sebanyak 95 persen memilih PTMT dan sisanya sebanyak 5 persen memilih secara daring. Jumlah siswa sekolah ini sebanyak 516 orang.

Saat pertemuan tatap muka, siswa hanya boleh diantar sampai depan pintu gerbang sekolah. Siswa akan diukur suhu tubuhnya dengan menggunakan thermo gun yang telah disediakan pihak sekolah. Bila suhu tubuh diatas 37,5 derajat, maka siswa akan diminta istirahat di ruang isolasi selama 10-15 menit. Orang tua siswa akan dipanggil untuk dilakukan penjemputan pulang.

Selama masuk sekolah PTMT, siswa dan guru wajib memakai masker dan menjaga jarak 1,5 meter. Siswa menggunakan alat belajar dan alat minum pribadi serta tidak diperkenankan membawa makanan atau berbagi makanan kepada teman. Siswa juga tidak diperkenankan pinjam-meminjam peralatan belajar.

Saat pulang sekolah, orang tua murid wajib menjemput siswa sesuai waktu yang telah ditentukan. Berbeda dengan kedatangan, saat menjemput, orang tua boleh masuk ke dalam sekolah dan siswa dijemput didepan kelas dengan menjaga jarak.

Kepala Sekolah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Baktijaya 4, Depok, Ento Onasih, mengatakan, saat pelaksanaan PTMT para siswa diminta menjaga kesehatan dan Protokol Kesehatan 5M agar pembelajaran tatap muka dapat berjalan lancar.

“Tetap semangat dan jaga Protokol Kesehatan 5M,” kata Ento Onasih kepada anak-amak siswa SDN Bakti Jaya.

Usai belajar, siswa diwajibkan langsung pulang ke rumah. Setibanya dirumah, siswa segera mencuci tangan, membuang masker, membersikan diri dan berganti pakaian. Begitulah Protokol Kesehatan 5M yang ketat diatur disekolah ini. Bagi yang melanggar aturan Prokes, maka akan diberikan sanksi tidak boleh masuk sekolah, namun diminta belajar secara daring dirumah masing-masing.

Aribah, sudah menunggu didepan kelas, saat orang tuanya menjemputnya untuk pulang. Bersama teman-teman yang lain, para orang tua menuntun anaknya untuk pulang ke rumah (tidak boleh jajan atau mampir).

Aribah merasa senang belajar tatap muka disekolah, ia sangat disiplin dalam menerapkan Prokes 5M, ia selalu menjaga kebersihan dan rajin mencuci tangan. Selama belajar dirumah, ia kerap memakai sepatu barunya dan menenteng tas sekolah dirumah.

Saat pulang didalam mobil ayahnya, ia langsung menyemprotkan hand sanitizer yang memang selalu disiapkan didalam mobil. Masker, tetap ia kenakan sampai dirumah. Tiba dirumah, ia langsung membuka pakaian dan memasukkan ke dalam ember cucian. Ia bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badan.

Peralatan yang tadi ia pakai disekolah ia jemur dengan terik matahari, untuk menjaga-jaga kalau ada virus Covid-19 yang menempel.

Begitulah  PTMT di SDN Negeri Baktjaya, Depok. Saat ditanya, bagaimana rasanya belajar tatap muka disekolah. “Senang, udah gitu aja,” jawab Aribah singkat. Semoga Covid-19 segera berakhir dan angka terpapar terus turun dan perekonomian Indonesia kembali bangkit.(MRZ)