Home Bandara Bea Cukai Ungkap Modus Baru Penyelundupan Barang Branded di Bandara Soetta

Bea Cukai Ungkap Modus Baru Penyelundupan Barang Branded di Bandara Soetta

0

Petugas Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, menyerahkan seorang tersangka kepada Kejaksaan Negeri Kota Tangerang atas kasus penyelundupan barang branded (bermerek) dari luar negeri. Ialah H, laki-laki berusia 29 tahun.

Atas perbuatan, tersangka dijerat dengan Pasal 103 huruf c juncto Pasal 102 f Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabenan juncto Pasal 55 ayat (1) angka 1 juncto Pasal 55 ayat (2) angka 2 KUHP.

Kasi Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan Bea Cukai Soekarno-Hatta, Dede Nurjamil menuturkan bahwa modus yang digunakan oleh tersangka adalah berusaha mengelabui petugas dengan menitipkan barang melalui lost and found dan mengeluarkan barang melalui pintu transit, sehingga saat melewati customs area tidak terdeteksi oleh petugas Bea dan Cukai.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan petugas Bea dan Cukai pada saat pemeriksaan barang bawaan tersangka H, saat pemeriksaan barang ditemukan tanda-tanda barang High Value Goods (HVG) dan terdapat kejanggalan karena di dalam koper tersangka juga terdapat Box barang HVG yang kosong,” kata Dede, Jumat (3/6/2022).

Dalam form customs declaration, tersangka tidak mencantumkan barang bermerek yang dia bawa. Form customs declaration adalah lembaran yang wajib diisi dengan sebenarnya oleh setiap penumpang yang baru tiba dari luar negeri.

“Berawal dari kecurigaan tersebut, kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait Box HVG Kosong yang dibawa oleh tersangka. Kemudian, didapati isi dari box tersebut telah dipisah dan dititipkan di koper yang ditinggalkan di lost and found,” ungkap Dede.

Sementara, Kabid Penindakan dan Penyidikan, Zaky Firmansyah mengungkapkan bahwa pihaknya akan menertibkan dan menindak tegas oknum-oknum yang berusaha menghindari pungutan kepabeanan terhadap impor barang yang dibawa oleh penumpang dengan berbagai modus.

Pada kesempatan tersebut Zaky juga mengingatkan bahwa untuk barang bawaan penumpang yang bertujuan untuk penggunaan pribadi dan bernilai diatas USD 500, wajib dilaporkan di Form Customs Declaration.

“Sedangkan untuk barang bukan untuk penggunaan pribadi atau non-personal use dan jastip dengan nilai berapapun harus dilaporkan pada customs declaration,” tuturnya. (Rmt)