Beranda Berita Dapil Neraka Banten 3 DPR-RI : Masihkah PDI Perjuangan Berjaya Mendapat 3...

Dapil Neraka Banten 3 DPR-RI : Masihkah PDI Perjuangan Berjaya Mendapat 3 Kursi Dari 10 Kursi Yang Diperebutkan

0

Oleh : Junaidi Rusli Pemimpin Umum Tangerangonline.id

PDI-Perjuangan adalah partai politik yang memiliki basis massa yang kuat di Banten, khususnya di Tangerang Raya. Dalam pemilu legislatif 2019, PDIP berhasil meraih 3 kursi DPR RI dari Dapil Banten 3, yaitu Rano Karno, Marinus Gea, dan Ananta Wahana.Dua nama diatas masih akan berjuang untuk berebut kursi sebagai petahana didapil Banten 3, sementara Ananta Wahana mencoba peruntungannya untuk merebut salah satu dari empat kursi DPD-RI (Dewan Perwakilan Daerah),diketahui Rano Karno adalah peraih suara terbanyak sehingga suara Rano Karno sendiri dapat mengantar 2 anggota DPR RI dari wilayah Banten 3.

Dari hasil pengumuman dan laman Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa nama besar yang siap berebut kursi Dapil Banten 3 DPR RI adalah Rano Karno (PDIP),Wahidin Halim (Partai Nasdem) keduanya mantan Gubernur Banten yang saling berebut kursi Gubernur pada Pilkada 2017 lalu ,dimana pemenangnya adalah Wahidin Halim,nama lain yang cukup populer dimata pemilih dan masyarakat Banten adalah Airin Rachmi Diany (Partai Golkar) mantan Walikota Tangsel 2 periode .

Lalu ada petahana yang juga populer dikalangan masyarakat dan pemilih di Banten 3 yakni Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra) menyandang sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tentu saja Dasco panggilan akrabnya akan berjuang habis-habisan untuk mempertahankan kursinya di DPR-RI ,petahana yang masih akan bertarung berikutnya adalah Marinus Gea (PDIP) ,Andi Ahmad Dara (Golkar) ,Mulyanto (PKS) ,Martina (Gerindra) ,Muhamad Rizal (PAN) pengganti antar waktu Ahmad Taher yang meninggal dunia,Zulfikar Hamonongan (Demokrat) ,dan Rano Alfath (PKB) mereka yang masih akan bertarung di Dapil 3 dalam pemilu legislatif 2024.

Menurut catatan penulis jarang sekali ada interaksi yang dilakukan petahana untuk memperjuangkan hak masyarakat yang sudah memilihnya kecuali beberapa nama besar yang sudah disebutkan diatas,bahkan ada petahana yang tidak malu-malu muncul melalui baliho yang terpasang menjelang pengumuman KPU dengan tagline “amanah,adil dan dekat dengan rakyat”.

Sementara nama besar lain yang juga akan ikut bertarung adalah Harry Tanoe Sudibyo (Ketua Umum Partai Perindo ) pemilik MNC Grup, Ratu Ayu Isyana Bagus Oka (PSI) yang dikenal sebagai presenter dan artis papan atas .PDIP yang pada 2019 mendapat 3 kursi diperkirakan akan kesulitan untuk mempetahankan kursinya,begitu juga dengan Gerindra yang mendapat 2 kursi harus memasang strategi agar bisa mempertahankan kursinya agar tidak diambil oleh pesaingnya yang masuk melalui partai-partai non parlemen maupun partai parlemen.

Rano Karno ,Wahidin Halim dan Airin Rachmi Diany disebutkan akan menjadikan ajang pemilihan legislatif untuk mengukur keterpilihannya dengan banyaknya suara yang dihasilkan guna maju dalam pertarungan dalam Pilkada Banten dan kita menunggu apakah nama-besar itu masih dapat mendulang suara untuk partainya dan mereka sendiri. Seperti diketahui bulan Agustus ini survey yang dilakukan oleh IndeksPolitica menghasilkan 3 nama yang paling berpeluang untuk menjadi Calon Gubernur Banten mereka adalah Rano Karno,Wahidin Halim dan Airin Rachmi Diany.

Dapil Banten 3 disebut “dapil neraka” karena begitu banyaknya nama-nama besar yang bertarung untuk meraih kursi diwilayah Tangerang Raya ini,pemilihan legislatif masih beberapa bulan lagi,waktu jua yang dapat menjawab apakah nama besar,petahana,nama baru ,atau partai yang dapat menggerakkan para pemilik suara untuk dapat menentukan siapa-saja yang dapat mewakili kepentingan para pemilik suara di Dapil Banten 3 DPR-RI dan apakah PDIP masih bisa menjadi pemenang di Dapil Banten 3 kita tunggu hasilnya ditahun 2024.

Namun, tentu saja ada juga faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil pemilu, seperti munculnya calon-calon baru yang potensial dari partai-partai lain. Selain itu, situasi politik nasional juga dapat berpengaruh terhadap hasil pemilu.