Menjelang periode angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mengambil langkah antisipatif dengan menggelar Cyber Security Exercise 2025, sebuah latihan keamanan siber berskala besar yang dirancang untuk menguji ketahanan sistem digital bandara di tengah meningkatnya ancaman serangan siber global.
Sebagai pintu gerbang udara terbesar di Indonesia dan salah satu bandara tersibuk di Asia Pasifik, Bandara Soetta melayani lebih dari 247 destinasi domestik dan internasional.
Dengan peran strategis tersebut, gangguan terhadap infrastruktur digital bandara dapat memicu efek domino terhadap mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi nasional, hingga citra Indonesia di tingkat internasional.
Latihan tahun ini menitikberatkan pada respons terhadap potensi serangan yang menyasar sistem operasional vital, mulai dari check-in, baggage handling, otomasi, SCADA, IoT, hingga jaringan komunikasi terminal.
Simulasi serangan ransomware pada layanan check-in domestik Terminal 3 menjadi skenario utama untuk menguji kecepatan mitigasi, efektivitas koordinasi, serta kemampuan pemulihan sistem secara menyeluruh.
Kegiatan ini melibatkan berbagai institusi strategis, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Kementerian Perhubungan, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kepolisian, serta pemangku kepentingan ekosistem bandara seperti Otoritas Bandar Udara Wilayah I, AirNav Indonesia, AOC Domestik, dan AOC Internasional.
Kolaborasi lintas lembaga ini sejalan dengan penguatan kerangka keamanan siber nasional sebagaimana diatur dalam Perpres 82/2022, Perpres 47/2023, dan regulasi BSSN tahun 2024.
General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menjelaskan bahwa kesiapan digital kini menjadi fondasi utama operasional bandara modern.
“Kesiapan operasional tidak hanya ditentukan oleh layanan di lapangan, tetapi juga oleh ketangguhan seluruh sistem digital yang mendukung pergerakan penumpang dan pesawat,” kata Heru, Jumat (12/12/2025).
“Melalui latihan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh prosedur, mekanisme koordinasi, dan kemampuan mitigasi berjalan secara terukur dan dapat segera diterapkan apabila diperlukan,” tambahnya.
Heru menekankan bahwa momentum latihan ini sangat relevan dengan meningkatnya trafik jelang libur Natal dan Tahun Baru 2026.
“Menjelang puncak libur Nataru, ketahanan siber menjadi bagian integral dari kesiapan operasional Bandara Soekarno-Hatta. Kami berkomitmen memastikan bahwa seluruh sistem berjalan optimal sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap aman, lancar, dan andal,” tuturnya.
Melalui Cyber Security Exercise 2025, Bandara Soetta berharap sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan siber semakin solid, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan pemulihan insiden di lingkungan kebandarudaraan. Upaya ini menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas operasional pada periode puncak akhir tahun. (Rmt)

