Imigrasi Bandara Soetta Kerahkan Kekuatan Penuh Hadapi Lonjakan Penumpang Nataru 2025/2026

By
3 Min Read
Apel Kesiapsiagaan Imigrasi Soekarno-Hatta jelang Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.

Menjelang puncak arus angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Imigrasi Soekarno-Hatta menggelar Apel Kesiapsiagaan sebagai penanda dimulainya operasi pelayanan dan pengawasan intensif di salah satu pintu gerbang utama Indonesia.

Apel berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025 di Terminal 2 Kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi besar seluruh unsur Imigrasi Soekarno-Hatta, mulai dari petugas Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), bidang dokumen perjalanan, intelijen dan penindakan, hingga teknologi informasi.

Apel dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta, Pamuji Raharja.

Ia menegaskan bahwa periode Nataru adalah masa krusial bagi layanan keimigrasian.

“Masa Nataru adalah periode dengan intensitas tinggi. Kanim Soekarno-Hatta sebagai pintu gerbang utama negara memiliki peran vital dalam menjaga keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat,” kata Pamuji di Bandara Soetta, Tangerang, Jumat (12/12/2025).

“Setiap bidang harus memahami instruksi secara teknis, menjalankannya dengan disiplin, dan memastikan tidak ada gangguan pada pelayanan,” ujarnya.

Pamuji menekankan bahwa kesiapan teknis lintas unit menjadi kunci, mulai dari layanan dokumen perjalanan, penguatan pemeriksaan di TPI, pengawasan intelijen di titik rawan, hingga stabilitas sistem teknologi informasi.

“Layanan darurat paspor dan izin tinggal wajib berjalan dengan prosedur yang tepat, penguatan personel di TPI harus konsisten, titik rawan perlu dipantau intensif, dan sistem harus dipastikan stabil. Seluruh langkah ini bukan hanya penugasan, tetapi bentuk kehadiran Imigrasi di masa libur hari raya,” jelas Pamuji.

500 Petugas Dikerahkan, Autogate Dioptimalkan

Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, menjelaskan bahwa pola penugasan telah disusun adaptif berdasarkan prediksi lonjakan penumpang. Optimalisasi teknologi menjadi salah satu strategi utama.

“Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Imigrasi Soekarno-Hatta memastikan seluruh layanan, termasuk layanan darurat paspor dan izin tinggal tetap berjalan, sekaligus mengoptimalkan alur pemeriksaan pada Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) dan peningkatan penggunaan Autogate dan konter pemeriksaan manual dengan komposisi 70% autogate, dan 30% konter manual untuk antisipasi bilamana ada kendala penggunaan autogate,” jelasnya.

Lebih dari 500 petugas disiagakan dalam empat unit operasional, dilengkapi perangkat pendukung seperti seamless corridor gate, Segway, Autopad, dan bodycam.

Galih juga mengimbau pelaku perjalanan untuk mengikuti arahan petugas serta memastikan pengisian aplikasi All Indonesia sebelum tiba di bandara.

Rangkaian kesiapsiagaan ini diharapkan memberikan dampak langsung bagi publik, terutama pada puncak mobilitas akhir tahun.

Fokus utama mencakup pengurangan antrean, kelancaran arus penumpang, ketersediaan layanan darurat, serta stabilitas sistem teknologi informasi.

Dengan kesiapan menyeluruh dari sisi pelayanan, pemeriksaan, pengawasan, hingga dukungan teknologi, Imigrasi Soekarno-Hatta menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan yang “cepat, pasti, dan humanis” selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (Rmt)

 

Share This Article