Kreativitas SMPN 259 Jakarta Lewat Film Pendek Anti-Bullying

By
3 Min Read
SMP Negeri 259 Jakarta menggarap film pendek dalam rangka memeriahkan TNI Creative Fest 2026: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur. Film bertajuk ‘Suara di Kepala Bimo’ merupakan hasil kerjasama SMP Negeri 259 Jakarta dan Komite Sekolah periode 2026-2028.

SMP Negeri 259 Jakarta menunjukkan komitmen pada kreativitas siswa dengan menggarap film pendek berjudul Suara di Kepala Bimo untuk ajang TNI Creative Fest 2026 bertema TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur.

Film berdurasi lima menit ini lahir dari kolaborasi sekolah dengan Komite Sekolah periode 2026–2028.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus produser film, Elvina, menyampaikan bahwa partisipasi ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan wadah untuk menumbuhkan kreativitas siswa.

“Festival ini diselenggarakan oleh Puspen TNI. Disana sekolah mengangkat kolaborasi antara sekolah dan pihak TNI,” jelas Elvina saat syuting, Minggu (20/9/2026).

Ia menambahkan, tujuan produksi film ini adalah memperluas peran sekolah sebagai pusat kreativitas, bukan hanya tempat belajar.

“Kemudian yang ketiga, mengangkat nama sekolah agar lebih baik lagi ke depan, salah satunya lewat dunia seni peran,” sambungnya.

Film Suara di Kepala Bimo mengangkat isu bullying verbal yang kerap menimbulkan trauma pada pelajar.

SMP Negeri 259 Jakarta menggarap film pendek dalam rangka memeriahkan TNI Creative Fest 2026: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur. Film bertajuk ‘Suara di Kepala Bimo’ merupakan hasil kerjasama SMP Negeri 259 Jakarta dan Komite Sekolah periode 2026-2028.

Cerita menyoroti bagaimana dukungan teman, guru, hingga anggota TNI dapat membantu korban bangkit kembali.

“Terinspirasi dari itu maka coba kita filmkan, untuk mengedukasi masyarakat bahwa untuk mengantisipasi perilaku korban bullying baik di lingkungan masyarakat atau sekolah, dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak,” ucap Elvina.

Film ini melibatkan siswa, guru, dan seorang anggota TNI aktif. Dhirgam Al Hakim memerankan tokoh utama Bimo, didukung Ferdinand Deniro Wabiser, Denmas Kenzihero Zaahir, dan Regina Natasya Anggraini sebagai sahabat Bimo.

Dari kalangan guru tampil Maemunah, sementara Koptu Dodi Melyawan dari Koramil hadir sebagai representasi TNI.

Produksi film ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Wakapendam Kasuari Letkol Inf Amir Syarifudin, Kodim 0507/Kota Bekasi, Koramil 02/Pondok Gede, Kepala SMPN 259 Jakarta C. Riyanti Susilowati, serta OSIS dan MPK sekolah.

Dengan karya ini, SMPN 259 Jakarta tidak hanya berpartisipasi dalam festival, tetapi juga menyuarakan pesan penting tentang solidaritas melawan bullying. (Rmt/Sjah)

Share This Article