Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui strategi berbasis data dan intervensi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan stunting tidak berhenti pada pendataan, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret sesuai faktor yang memengaruhi kondisi anak dan keluarganya.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan ketersediaan data yang terperinci menjadi bagian penting dalam menentukan intervensi. Data hingga tingkat individu dan alamat memungkinkan pemerintah mengetahui kondisi keluarga secara lebih akurat.
Hal tersebut disampaikan Pilar dalam kegiatan Publikasi Stunting Tingkat Kota Tangerang Selatan Tahun 2026 di Blandongan, Puspemkot Tangsel, Rabu (16/9/2026).
“Jadi kami mendapatkan informasi secara akurat jumlah by name, by address masyarakat atau anak-anak yang dalam kondisi stunting. Dan kita sebarkan data itu ke kewilayahan, khususnya ke kecamatan untuk diberikan langkah-langkah strategis, tindak lanjut supaya permasalahan stunting itu bisa teratasi,” ujar Pilar.
Menurut Pilar, setiap keluarga memiliki kondisi dan persoalan yang berbeda. Karena itu, intervensi tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama untuk seluruh keluarga.
Faktor kesehatan, gizi, lingkungan, sosial, hingga ekonomi perlu dilihat secara menyeluruh. Dengan pemetaan tersebut, pemerintah dapat menentukan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Misalnya, persoalan sanitasi di lingkungan keluarga dapat ditindaklanjuti melalui pembangunan septic tank. Sementara kondisi rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan, seperti minim pencahayaan, sirkulasi udara kurang baik, atau memiliki tingkat kelembapan tinggi, dapat ditangani melalui program bedah rumah.
Dari sisi kesehatan dan gizi, Pemkot Tangsel mengoptimalkan peran Dinas Kesehatan bersama Pos Gizi dalam memberikan pendampingan kepada keluarga.
“Kalau di situ ternyata orang tuanya mengalami anemia, misalkan kekurangan sel darah merah dan kekurangan energi kronis, berarti penanganannya dari Dinas Kesehatan, Pos Gizi sebagai garda terdepan,” jelasnya.
Pendekatan serupa juga diterapkan terhadap keluarga yang menghadapi persoalan sosial dan ekonomi. Pemkot Tangsel mendorong koordinasi lintas perangkat daerah dan kewilayahan agar persoalan yang menjadi faktor risiko stunting dapat ditangani secara lebih menyeluruh.
Bentuk intervensinya dapat berupa bantuan pangan, dukungan sosial, hingga mengarahkan keluarga kepada program penempatan kerja apabila kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi.
Pilar menegaskan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai perangkat daerah. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga bersinggungan dengan kondisi lingkungan, sosial, ekonomi, serta pola asuh keluarga.
“Jadi ini penting sekali, semua dinas untuk bersama-sama bisa bekerja menangani stunting. Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, karena faktor stunting itu sangat luas dan kompleks,” tuturnya.
Berdasarkan hasil pengukuran hingga Agustus 2026, tercatat 879 anak terindikasi stunting dari 117.960 balita yang telah dilakukan pengukuran.
Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi Pemkot Tangsel dalam menentukan langkah tindak lanjut di tingkat kewilayahan. Dengan demikian, program yang dijalankan dapat diarahkan kepada keluarga yang membutuhkan sesuai dengan kondisi dan faktor yang memengaruhinya.
Upaya tersebut juga diperkuat melalui edukasi kepada keluarga mengenai kesehatan, pemenuhan gizi, pola hidup, dan pola asuh. Menurut Pilar, pencegahan stunting perlu dilakukan sedini mungkin, bahkan sejak masa kehamilan.
Perhatian khusus diberikan pada periode 1.000 hari pertama kehidupan yang menjadi salah satu fase penting dalam tumbuh kembang anak.
“Untuk menjadikan sumber daya manusia yang unggul, penanganannya dilakukan sejak di dalam kandungan dan seribu pertama kehidupan,” tegas Pilar.
Melalui pemanfaatan data, kolaborasi lintas sektor, serta intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga, Pemkot Tangsel terus mendorong agar penanganan stunting berjalan lebih terarah dan menyentuh persoalan di tingkat keluarga.
Dari data yang dikumpulkan, pemerintah kemudian bergerak menentukan aksi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi Tangsel yang sehat dan memiliki kualitas tumbuh kembang yang optimal. (Adv)16

