Tracon Industri Catat 25 Juta Jam Kerja Aman, Jadi Tolok Ukur Keselamatan Nasional

By
3 Min Read
Pencapaian 25 juta jam kerja aman pada usia 25 tahun PT Tracon Industri bukan sekadar prestasi internal, melainkan wujud komitmen perusahaan dalam menjamin keandalan (reliability) bagi para pemilik proyek dan mitra strategis. Dengan penerapan sistem keselamatan kerja yang disiplin dan perlindungan terhadap SDM, risiko downtime dan gangguan operasional otomatis dapat dicegah.

PT Tracon Industri merayakan usia perak dengan pencapaian monumental: akumulasi 25 juta jam kerja aman tanpa kehilangan waktu kerja (Zero Lost Time Injury/LTI).

Rekor ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa keselamatan kerja mampu berjalan seiring dengan produktivitas di tengah kompleksitas proyek industri nasional.

Direktur Utama PT Tracon Industri, Muhammad Badri Halim, menyampaikan bahwa budaya keselamatan yang kokoh memberikan nilai tambah bagi mitra dan klien.

“Menjaga amanah agar para pekerja bisa pulang menemui keluarga mereka dengan selamat adalah fondasi utama dari DNA perusahaan kami. Bagi PT Tracon Industri, keselamatan kerja bukanlah penghalang produktivitas,” kata Badri.

Ia menambahkan, perlindungan terhadap SDM justru mencegah kerugian akibat downtime dan gangguan operasional.

“Ketika keselamatan SDM terlindungi dengan sistem yang disiplin, kerugian akibat downtime otomatis dapat dicegah,” ujarnya.

Lebih dari Sekadar Prestasi Internal

Menurut Badri, capaian 25 juta jam kerja aman di usia 25 tahun perusahaan merupakan jaminan keandalan bagi pemilik proyek dan mitra strategis.

Rekor ini juga sejalan dengan nihil pencemaran lingkungan (Zero Environment Case), mempertegas komitmen Tracon terhadap standar keberlanjutan dan praktik ESG (Environmental, Social, and Governance).

Implementasi ESG diwujudkan melalui pengawasan ketat terhadap tumpahan bahan operasional, pengelolaan limbah sesuai regulasi, hingga efisiensi energi di area proyek.

Investasi pada SDM dan Digitalisasi

Tracon memperkuat kapabilitas personel lewat program pelatihan keselamatan seperti Emergency Response Team, Basic Life Support, dan Job Safety Analysis (JSA).

Perusahaan juga menggalakkan kampanye HSE inklusif melalui Golden Rules, Safety Moment, hingga HSE Award.

Untuk mendukung keandalan operasional, Tracon mengakselerasi pemantauan digital lewat iSAP (Individual Safety Activity Plan) di ekosistem ELVIS (Employee Self Services), yang membuat birokrasi internal lebih responsif dan transparan.

Standar Global untuk Proyek Nasional

Sebagai bentuk kepatuhan, Tracon telah mengantongi sertifikasi kredibel seperti SMK3 (PP 50/2012), ISO 45001:2018, dan ISO 14001:2015.

Badri menegaskan, kemampuan mempertahankan standar di puluhan lokasi proyek aktif menjadi modal penting untuk memperluas portofolio bisnis.

“Perjalanan seperempat abad ini menjadi pembuktian adaptabilitas PT Tracon Industri. Ke depan, kami siap membawa standar operasional berkelas dunia ini untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional berikutnya,” tuturnya. (Rmt)

Share This Article