Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menggelar latihan gabungan Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contingency Exercise (ACE) 2026 pada Kamis (24/9/2026).
Simulasi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan uji nyata kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kondisi darurat, mulai dari kecelakaan pesawat hingga ancaman keamanan berupa penyanderaan.
Fokus pada 3C: Command, Communication, Coordination
Latihan ini mengacu pada standar ICAO dan regulasi nasional, dengan menekankan tiga fungsi utama, yakni komando, komunikasi, dan koordinasi.
General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan AEE dan ACE 2026 merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan koordinasi, serta mengasah kemampuan seluruh unsur.
“Tentunya dua latihan ini, AEE dan ACE ini, adalah mandatory yang dilakukan oleh bandara. Jadi kami melaksanakan perintah dari regulasi atau regulator terkait dengan penanganan keadaan darurat baik dari keselamatan maupun keamanan,” kata Heru di Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (24/9/2026).
Heru menambahkan bahwa skenario darurat mencakup kecelakaan pesawat di Runway 07L serta penyanderaan di Terminal 1C.
“Kegiatan ini betul-betul menguji seluruh dokumen dan SOP, baik itu komunikasi, koordinasi, maupun komando antar-lintas unit, lintas unsur, dan seluruh stakeholder yang terkait,” ujarnya.
Dalam skenario kecelakaan, tim melakukan respons awal, pemadaman, evakuasi penumpang, hingga pemeriksaan fasilitas.
Sementara pada simulasi penyanderaan, aparat kepolisian mengambil alih komando ketika status keamanan meningkat.
“Ketika status keamanan itu mulai berubah dari hijau, kemudian status kuning, kemudian status merah, maka penanganan terhadap keamanan kami serahkan ke Kapolresta untuk melakukan penindakan,” jelas Heru.
Kolaborasi Lintas Unsur
Latihan melibatkan Kepolisian, TNI, AirNav, Basarnas, BPBD, BBKK, maskapai, hingga rumah sakit di radius 8 kilometer dari Bandara Soetta.
Heru menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, termasuk rumah sakit, untuk memastikan penanganan medis berjalan cepat.
Evaluasi dan Pembaruan SOP
“Seluruh rangkaian latihan ini dari awal sampai akhir di dua latihan AEE dan ACE ini tentunya kami ada tim pengawas, ada tim yang mencatat hal-hal apa saja yang kemudian dalam setiap staging dokumen itu yang harus kita sesuaikan dengan dinamika yang ada,” jelas Heru.
Evaluasi hasil latihan akan menjadi dasar pembaruan SOP agar lebih adaptif terhadap dinamika lapangan.
Informasi Resmi Lewat Satu Pintu
Dalam aspek komunikasi publik, Heru menuturkan bahwa informasi darurat hanya akan disampaikan melalui kanal resmi Branch Communication Bandara Soekarno-Hatta.
“Channel resmi kami akan menjadi speaker untuk menyampaikan informasi yang update, tervalidasi, dan betul-betul mewakili dari kami,” ujarnya.
Manajemen bandara juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan bagi pengguna jasa selama latihan berlangsung. (Rmt)

