Akselerasi Infrastruktur, Pemkot Tangsel Optimistis Pembangunan Rampung 100 Persen Akhir 2026

By
3 Min Read
Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan saat meninjau pembangunan turap dinNukit Nusa Indah Ciputat

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur yang saat ini tengah berjalan. Sejumlah pekerjaan ditargetkan dapat diselesaikan hingga 100 persen sebelum memasuki akhir Desember 2026.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, progres pembangunan berbagai proyek infrastruktur terus dipantau oleh pemerintah daerah. Percepatan dilakukan dengan memanfaatkan waktu yang tersedia, terutama sebelum memasuki musim penghujan.

Berdasarkan informasi terakhir yang diterimanya sekitar satu bulan sebelumnya, progres sejumlah pekerjaan yang ditangani Dinas Bangunan berada di kisaran 40 hingga 50 persen.

“Kalau terakhir saya baru mendapatkan informasi di satu bulan yang lalu itu sekitar 40-50 persen. Tapi saya rasa dengan tiga bulan ini, apalagi sekarang belum masuk musim penghujan, harusnya bisa dipercepat,” ujar Pilar, Kamis (24/9/2026).

Pilar meminta organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani pembangunan untuk mengoptimalkan waktu yang tersisa. Namun, ia menekankan percepatan pekerjaan harus tetap dibarengi dengan kualitas serta pemenuhan ketentuan teknis.

“Saya minta kepada dinas terkait, tapi dengan catatan, cepat boleh, tapi dilakukan dengan benar. Jangan sampai cepat, tahunnya malah nggak benar secara teknis. Manfaatkan waktu musim kemarau ini, sebelum masuk musim penghujan,” jelasnya.

Sejumlah OPD menjadi bagian penting dalam percepatan pembangunan tersebut, di antaranya Dinas Bina Marga, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim), serta Dinas Sumber Daya Air (SDA).

Pilar mengatakan, masing-masing dinas telah memiliki metode dalam mengejar target penyelesaian pekerjaan. Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan agar pelaksanaan pembangunan tidak mengalami keterlambatan.

“Tantangannya di tiga bulan ini harus diakselerasi, dipercepat. Tapi saya rasa insya Allah mereka sudah punya metodenya masing-masing supaya tidak ada keterlambatan dalam pekerjaan,” katanya.

Selain pembangunan infrastruktur, sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat juga terus dikebut. Pilar menyebut program Perkim, khususnya bedah rumah, saat ini progresnya sudah hampir rampung.

Sementara itu, penanganan persoalan banjir yang menjadi tanggung jawab Dinas SDA juga terus dilakukan secara masif sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah Kota Tangsel juga mengingatkan para penyedia jasa agar memperhatikan target waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak. Keterlambatan pekerjaan memiliki konsekuensi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Karena kalau terlambat kan nanti ada denda, kasihan. Kita balikin lagi kepada penyedianya. Nanti kan yang kena dendanya penyedia. Saya rasa penyedia sudah tahu konsekuensi dan resikonya kalau itu sampai terlambat,” ucap Pilar.

Dengan waktu yang tersisa, Pemkot Tangsel optimistis pekerjaan infrastruktur yang tengah berjalan dapat diselesaikan secara maksimal hingga penghujung tahun.

Pilar menegaskan target pemerintah daerah adalah seluruh pekerjaan dapat mencapai penyelesaian 100 persen pada akhir Desember 2026.

“Harus 100 persen. Target kita 100 persen. Kalaupun belum tercapai, mudah-mudahan itu minor,” paparnya.

Share This Article