Atasi Kemacetan Jalan Raya Serpong, Pemkot Tangsel Siapkan U-Turn dan Sistem ITTS

By
6 Min Read

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya penanganan kemacetan melalui pembenahan infrastruktur jalan dan pemanfaatan teknologi. Dua langkah yang disiapkan yakni pembangunan putaran balik kendaraan atau U-Turn di kawasan Melati Mas–Bundaran Alam Sutera serta pengembangan sistem pemantauan lalu lintas berbasis teknologi, Intelligent Transport Tangerang Selatan (ITTS).

Rencana tersebut dibahas dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) sekaligus sosialisasi pembangunan U-Turn dan pengembangan ITTS yang berlangsung di Lantai 4 Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Senin (19/10/2026).

Forum tersebut melibatkan Pemkot Tangsel, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Banten, kepolisian, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Pertemuan ini menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi untuk merumuskan langkah penanganan persoalan lalu lintas di wilayah Tangsel.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel, Yanuar, mengatakan penanganan kemacetan membutuhkan sinergi berbagai pihak. Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu didukung pengaturan lalu lintas dan pemanfaatan teknologi agar penanganannya lebih optimal.

“Melalui forum ini, kami mendorong koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, kepolisian, serta pemangku kepentingan lainnya. Harapannya, berbagai persoalan lalu lintas dapat ditangani secara bersama-sama,” ujar Yanuar.

Salah satu upaya yang dikembangkan adalah Intelligent Transport Tangerang Selatan (ITTS). Sistem tersebut dirancang untuk membantu petugas memantau kondisi lalu lintas secara terintegrasi sehingga pengawasan arus kendaraan dan respons terhadap gangguan di jalan dapat dilakukan lebih cepat.

Pusat pemantauan ITTS saat ini tengah dipersiapkan di kawasan perkantoran Lengkong. Pengembangannya melibatkan Dishub bersama perangkat daerah lainnya, termasuk Dinas Cipta Karya dan Dinas Komunikasi dan Informatika, terutama dalam pemenuhan kebutuhan server, jaringan, serta teknologi pendukung.

“Dengan sistem yang lebih modern dan terintegrasi, kami berharap pemantauan lalu lintas bisa dilakukan lebih optimal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena, menjelaskan pembangunan U-Turn di Jalan Raya Serpong, kawasan Melati Mas menuju Bundaran Alam Sutera, telah memperoleh dukungan dari instansi terkait.

Pembangunan fasilitas tersebut direncanakan mulai pekan keempat Oktober hingga akhir Desember 2026. Pelaksanaannya menjadi tanggung jawab Dinas PU Provinsi Banten mengingat ruas jalan tersebut berada dalam kewenangan pemerintah provinsi.

Adapun desain pembangunan U-Turn dikoordinasikan bersama Dishub Provinsi Banten agar sesuai dengan kondisi jalan dan kebutuhan pergerakan kendaraan.

Lokasi pembangunan berada di sekitar bekas Restoran Laut Biru yang kini menjadi tempat kebugaran atau gym. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat mempermudah pergerakan kendaraan dari kedua arah, termasuk kendaraan dari kawasan Alam Sutera menuju Tangerang.

“Alhamdulillah, seluruh pihak menyepakati dan mendukung pembangunan U-Turn tersebut. Dari pihak PU Provinsi Banten juga sudah menyampaikan kesiapan untuk melaksanakan pembangunan,” kata Martha.

Ia menyebutkan, rancangan fasilitas putar balik tersebut memiliki lebar keseluruhan sekitar 22 meter. Penataan ruang putar balik dan pembagian lebar jalur dirancang untuk mendukung kelancaran arus kendaraan di kawasan tersebut.

Martha berharap pembangunan U-Turn dapat membantu mengurangi kepadatan sekaligus menata pergerakan kendaraan yang selama ini kerap mengalami hambatan. Meski demikian, ia mengakui pembangunan tersebut tidak serta-merta menghilangkan seluruh persoalan kemacetan.

“Harapannya, dengan adanya U-Turn ini, arus kendaraan yang sebelumnya cukup padat dan semrawut bisa lebih mengalir. Memang tidak bisa langsung menghilangkan seluruh kemacetan, tetapi setidaknya kondisi lalu lintas bisa lebih baik dibandingkan sebelumnya,” jelasnya.

Selain pembenahan infrastruktur, penertiban bangunan maupun aktivitas yang memanfaatkan bahu jalan juga menjadi perhatian Dishub Tangsel. Koordinasi dengan Satpol PP dan instansi berwenang lainnya diperlukan agar fungsi jalan tetap terjaga dan tidak terganggu aktivitas di luar peruntukannya.

Di sisi lain, pengembangan ITTS juga disiapkan sebagai pembaruan sistem pemantauan lalu lintas yang sebelumnya sudah tidak aktif. Pada tahap awal, sistem tersebut direncanakan mencakup lima titik pemantauan, antara lain kawasan German Centre dan sejumlah lokasi di sepanjang Jalan Raya Serpong hingga kawasan Muncul.

Jumlah titik pemantauan nantinya dapat ditambah sesuai kebutuhan dan target pembangunan daerah.

“ITTS ini berfungsi untuk memonitor kondisi lalu lintas. Ke depan, kami berharap titik pemantauan bisa terus bertambah dan teknologinya semakin responsif,” ungkap Martha.

Dari pihak Pemprov Banten, Kepala UPT Jalan dan Jembatan, Hamdan, mengatakan rencana pembangunan U-Turn telah melalui proses koordinasi lintas instansi selama kurang lebih dua tahun.

Usulan awal pembangunan berasal dari Dishub Tangsel, kemudian dikoordinasikan dengan Dishub Provinsi Banten hingga akhirnya memperoleh kesempatan untuk direalisasikan melalui anggaran perubahan tahun ini.

Hamdan menegaskan, proses perencanaan dilakukan melalui pembahasan bersama Pemkot Tangsel, Dishub Tangsel, Dishub Provinsi Banten, dan kepolisian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan konsep pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Dengan adanya rencana pembangunan ini, kami tidak langsung melakukan eksekusi. Sebelumnya, kami melaksanakan rapat dan diskusi bersama instansi terkait untuk membahas konsep serta memastikan perencanaan telah dikaji bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, sosialisasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan pembangunan. Dengan begitu, warga maupun pihak yang berpotensi terdampak dapat memahami rencana pekerjaan serta menyampaikan masukan.

Melalui pembangunan U-Turn dan pengembangan ITTS, Pemkot Tangsel bersama Pemprov Banten berharap penanganan kemacetan dapat dilakukan secara lebih terarah. Sinergi pembangunan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, dan pemanfaatan teknologi diharapkan mampu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di Kota Tangsel. (Adv)

Share This Article