Buka Puasa Bersama, ORADO Tangerang Bahas Persiapan Turnamen Domino Daerah

By
2 Min Read

Pengurus Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kabupaten Tangerang menggelar konsolidasi pengurus sekaligus buka puasa bersama di Warung Sunda Telaga Bestari, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan organisasi sekaligus persiapan kejuaraan domino tingkat daerah.

‎Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus ORADO Provinsi Banten, para wasit, pegiat domino, serta pengurus ORADO Kabupaten Tangerang.

‎Ketua ORADO Kabupaten Tangerang, H. Chris Indra Wijaya, menyampaikan bahwa konsolidasi ini difokuskan pada pematangan struktur organisasi dan persiapan kejuaraan domino tingkat Kabupaten Tangerang yang direncanakan berlangsung pada 29 Maret 2026.

‎“Hari ini kami melakukan konsolidasi pengurus cabang sebagai bagian dari persiapan kejuaraan ORADO tingkat daerah pertama di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

‎Chris menegaskan, ORADO merupakan cabang olahraga baru di Indonesia yang mengedepankan aspek intelektual. Menurutnya, olahraga domino bukan sekadar permainan, melainkan sarana mengasah konsentrasi, strategi, dan kesehatan otak.

‎“ORADO bukan sekadar permainan, tetapi olahraga yang dapat mengasah kemampuan berpikir dan kesehatan otak,” tambahnya.

‎Ia juga menekankan bahwa ORADO adalah cabang olahraga prestasi yang terstruktur, profesional, dan bebas dari stigma negatif. Dengan sistem pembinaan yang jelas dan bernaung di federasi nasional, Chris berharap ORADO di Kabupaten Tangerang dapat berkembang pesat serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di level daerah hingga nasional.

‎Sementara itu, Sekretaris ORADO Kabupaten Tangerang, Marno, menjelaskan bahwa olahraga domino telah resmi dideklarasikan sebagai cabang olahraga di Indonesia pada Januari 2026.

‎Ia menambahkan, bahwa Pengcab ORADO Kabupaten Tangerang pun menargetkan pada tahun ini masuk naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar olahraga Domino nantinya dapat tertata secara profesional.

‎“Kehadiran ORADO bertujuan mengubah stigma permainan ‘gaple’ menjadi olahraga berbasis strategi dan intelegensia,” pungkasnya. (Rez)

Share This Article