Puncak arus mudik Lebaran 2026 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kembali mencatat rekor baru. Pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3 Lebaran), bandara terbesar di Indonesia ini melayani 191.173 penumpang dalam satu hari, meningkat 4,40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan ini merupakan tren pertumbuhan mobilitas masyarakat yang memanfaatkan momentum Lebaran untuk mudik maupun berlibur.
Selain itu, tercatat 1.229 pergerakan pesawat yang melayani rute domestik dan internasional.
Rute favorit domestik meliputi Denpasar, Medan, Makassar, Surabaya, dan Padang, sementara destinasi internasional yang paling diminati adalah Singapura dan Kuala Lumpur.
General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan bahwa pola puncak arus mudik pada H-3 Lebaran konsisten terjadi setiap tahun.
“Peningkatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pada periode Lebaran, baik untuk mudik maupun berlibur. Hal ini juga mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi udara,” ujar Heru pada Sabtu (21/3/2026).
Heru menambahkan, meski terjadi lonjakan signifikan, operasional bandara tetap berjalan lancar berkat koordinasi lintas instansi dan optimalisasi layanan terminal.
“Kami terus memastikan kesiapan operasional di seluruh lini, mulai dari fasilitas, personel, hingga alur pelayanan, sehingga pengguna jasa tetap dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar selama periode angkutan Lebaran,” katanya.
Dalam periode 13–19 Maret 2026, Bandara Soetta secara kumulatif melayani 1,23 juta penumpang dengan 8.211 pergerakan pesawat, tumbuh masing-masing 8,3% dan 5,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh trafik domestik yang naik 11,3%, sementara trafik internasional relatif stabil.
Adapun puncak arus balik Lebaran diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2026, dengan estimasi 198.387 penumpang dan 1.221 penerbangan dalam satu hari. Pihak bandara mengimbau penumpang untuk memeriksa jadwal penerbangan dan tiba lebih awal guna mengantisipasi kepadatan. (Rmt)

