Bandara Soekarno-Hatta Melesat ke Peringkat 22 Dunia, Raih Penghargaan Bergengsi di World Airport Awards 2026

By
4 Min Read

Bandara Soekarno-Hatta kembali menorehkan prestasi internasional. Peringkat Bandara dengan kode CGK menggeser posisi 3 Bandara dunia versi Skytrax 2026, raih World’s Best Immigration Service dan masuk Top 10 Best Airports Staff in Asia.

Dalam ajang World Airport Awards 2026 yang digelar Skytrax di London, 18 Maret 2026 lalu, bandara terbesar di Indonesia ini berhasil naik ke peringkat 22 dunia, melesat dari posisi ke-25 pada tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, Soekarno-Hatta juga masuk Top 10 Best Airports Staff in Asia serta meraih penghargaan World’s Best Immigration Service 2026.

Sementara Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali turut mencatatkan peningkatan signifikan, naik ke posisi 67 dari peringkat 72 pada 2025.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil nyata dari program transformasi yang dijalankan sejak 2024.

“Pencapaian dua bandara tersibuk di Indonesia ini tidak lepas dari program transformasi yang terus kami jalankan untuk melayani sepenuh hati dan menghadirkan layanan berstandar global. Kami berkomitmen menjadikan bandara sebagai wajah kebanggaan bangsa,” ujar Pahlevi, Sabtu (21/3/2026).

Adapun transformasi yang dilakukan InJourney Airports mencakup peningkatan kualitas infrastruktur dan fasilitas (Premises), kolaborasi erat dengan pemangku kepentingan (Process), serta layanan personel berstandar global (People).

Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir, mengatakan, tren peningkatan ini menunjukkan konsistensi perbaikan layanan dalam tiga tahun terakhir, dan menandakan bahwa transformasi bandara berjalan pada jalur yang tepat.

“Melalui transformasi ini kami memperkuat kultur customer-centric yang mendorong organisasi menjadi proaktif dan prediktif untuk pelayanan yang lebih baik. Kami berharap peningkatan kualitas layanan ini dapat dirasakan langsung oleh pengguna jasa bandara khususnya di Bandara Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai sebagai bandara pilot project dalam transformasi,” jelas Achmad Syahir.

Di Bandara Soekarno-Hatta, hasil dari transformasi antara lain beautifikasi Terminal 3, diresmikannya Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F oleh Presiden Prabowo Subianto, serta dioperasikannya kembali Terminal 1C yang kini memiliki wajah baru memadukan unsur modern dan sentuhan tradisional khas Indonesia.

Sementara di Bandara I Gusti Ngurah Rai dilakukan optimalisasi fasilitas, perluasan akses jalan, penambahan fasilitas taman air, pengoperasian gedung jembatan penyeberangan orang (JPO) yang estetis dan megah untuk menghubungkan terminal dengan area parkir kendaraan. Pada area JPO juga terdapat titik penjemputan yang didesain sangat nyaman.

Kesuksesan pada World’s Top 100 Airports 2026 turut membawa Bandara Soekarno-Hatta naik peringkat dalam daftar bandara terbaik Asia, dari ke-9 menjadi ke-8. Sementara dalam daftar Best Airport 2026: 60 to 70 Million Passengers, bandara ini bercokol di peringkat ke-2 dari sebelumnya ke-3.

Bandara Soekarno-Hatta juga berhasil menjadi Top 10 pada masing-masing untuk kategori Best Airport Staff in Asia 2026 dan World’s Best Immigration Service 2026.

World Airport Awards yang digelar Skytrax merupakan ajang prestisius di industri kebandarudaraan global. Penilaian dilakukan antara lain melalui World Airport Survey terhadap penumpang pesawat dan pengguna jasa bandara dari lebih dari 100 negara.

Survei dilakukan pada Agustus 2025 hingga Februari 2026, untuk mengevaluasi customer experience terhadap layanan bandara, mulai dari check in, kedatangan, transit, area komersial, keamanan / imigrasi hingga gate keberangkatan.

InJourney Airports menargetkan Soekarno-Hatta masuk 10 besar dunia pada 2029, sekaligus meraih Airport Council International Customer Experience Accreditation Level 5 bersama Bandara I Gusti Ngurah Rai. (Rmt)

Share This Article