Punya Sampah Elektronik? DLH Kota Tangerang Siap Tampung

By
2 Min Read

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menghadirkan layanan pengelolaan sampah elektronik untuk memudahkan masyarakat membuang limbah berbahaya secara aman.

Layanan ini memungkinkan warga menyerahkan berbagai jenis sampah elektronik, seperti kipas angin, televisi, kompor, hingga perangkat rumah tangga lainnya. Upaya ini dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat limbah elektronik yang tidak tertangani dengan baik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menyampaikan bahwa sampah elektronik menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menilai kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan, terutama dalam memperlakukan limbah elektronik secara tepat.

“Dan kita juga terus mengedukasi sebenarnya ke lapak-lapak yang mereka melakukan aktivitas dismantling tadi gitu kan, kanibalisme terhadap barang-barang elektronik. Kita berharap mereka juga mulai memperhatikan, karena yang kita khawatirkan bukan apa-apa, itu PCB-nya tuh, PCB bekasnya yang sudah dicabut-cabutin misalnya kan, ada beberapa bagian sudah dicabut, dia buang langsung ke tanah,” ujarnya, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, pembuangan komponen elektronik secara sembarangan dapat mencemari tanah dan air. Bahkan, limbah tersebut berpotensi masuk ke aliran sungai dan sulit terdeteksi, namun tetap berdampak buruk bagi lingkungan.

“Karena itu, Pemkot Tangerang mengimbau masyarakat untuk memberikan perlakuan khusus terhadap sampah elektronik,” imbuhnya.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini dengan menghubungi hotline DLH Kota Tangerang di 08111631631 atau datang langsung ke kantor dinas untuk penanganan lebih lanjut.

Warga Cipondoh, Iwan, mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai layanan ini membantu masyarakat dalam membuang sampah elektronik tanpa kebingungan.

“Ini menjadi informasi baik bagi masyarakat, dengan begitu kita tidak bingung lagi membuang sampah elektronik kemana. Kita juga dapat berkontribusi menjaga alam kita dari bahaya sampah itu,” pungkasnya.

Share This Article