Abu Erupsi Anak Krakatau Bisa Rusak Cat Kendaraan, Jangan Asal Cuci!

By
4 Min Read

Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Jabodetabek. Kondisi ini bukan hanya perlu diwaspadai karena dampaknya terhadap kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi kendaraan, khususnya permukaan cat.

Abu vulkanik berbeda dengan debu biasa. Material tersebut memiliki partikel mineral yang keras dan abrasif sehingga dapat menggores permukaan kendaraan apabila dibersihkan dengan cara yang tidak tepat.

Sejumlah wilayah di Jabodetabek dilaporkan mulai terkena sebaran abu vulkanik Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026). Masyarakat pun diimbau berhati-hati ketika membersihkan kendaraan yang permukaannya tertutup abu.

Jangan Langsung Dilap

Kesalahan yang paling sering dilakukan pemilik kendaraan adalah langsung mengelap bodi menggunakan kain, lap microfiber atau kemoceng ketika abu masih menempel.

Cara tersebut justru berisiko membuat partikel abu bergesekan dengan permukaan cat. Jika dilakukan berulang, lapisan pelindung cat atau clear coat dapat mengalami goresan halus.

Media otomotif Otodriver juga mengingatkan bahwa karakter debu vulkanik yang tajam perlu diperhatikan agar tidak merusak permukaan cat kendaraan.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) juga menjelaskan bahwa abu vulkanik bersifat keras dan abrasif. Karena itu, permukaan kendaraan yang terkena abu sebaiknya dibilas dengan air, bukan langsung dilap.

Begini Cara Aman Mencuci Kendaraan

Pemilik kendaraan sebaiknya melakukan beberapa langkah agar abu tidak berubah menjadi penyebab baret pada bodi.

Pertama, jangan mengelap abu dalam kondisi kering. Siram seluruh permukaan kendaraan menggunakan air untuk melepaskan partikel abu dari bodi, kaca, spion dan bagian lainnya.

Setelah sebagian besar abu terangkat, kendaraan dapat dicuci menggunakan sampo khusus mobil. Gunakan sarung tangan atau spons yang bersih dan lembut, kemudian bilas kembali hingga tidak ada sisa material vulkanik.

USGS secara khusus merekomendasikan membilas kaca dan permukaan cat kendaraan dengan air untuk menghindari kerusakan akibat gesekan abu. Penggunaan wiper pada kaca yang masih terdapat abu juga sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan abrasi.

Hal serupa juga disarankan oleh Astra Credit Companies (ACC), yang menganjurkan kendaraan segera dibersihkan setelah terkena abu vulkanik karena material tersebut dalam kondisi tertentu dapat bersifat asam dan berpotensi memengaruhi permukaan kendaraan.

Jangan Lupa Bagian Mesin

Perhatian tidak hanya diberikan pada bodi kendaraan. Abu vulkanik juga dapat masuk ke sistem kendaraan melalui saluran udara.

USGS mencatat abu vulkanik dapat menyebabkan penyumbatan filter udara dan oli serta menimbulkan abrasi pada komponen tertentu. Karena itu, kendaraan yang cukup lama terpapar abu sebaiknya mendapatkan pemeriksaan dan perawatan, terutama pada filter.

Pemilik kendaraan juga disarankan tidak berkendara apabila kondisi abu terlalu tebal. Selain mengurangi jarak pandang, abu yang beterbangan akibat kendaraan lain dapat kembali menempel pada bodi dan masuk ke sistem kendaraan.

Jangan Tunggu Abu Menumpuk

Semakin lama abu dibiarkan menempel, semakin sulit proses pembersihannya. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya segera melakukan pembersihan dengan cara yang benar setelah kondisi memungkinkan.

Yang terpenting, jangan panik dan jangan asal mengelap kendaraan. Bilas terlebih dahulu menggunakan air, kemudian cuci secara menyeluruh menggunakan produk khusus kendaraan.

Dengan penanganan yang tepat, risiko baret, permukaan cat kusam hingga kerusakan pada komponen kendaraan akibat paparan abu vulkanik dapat diminimalkan.

TAGGED:
Share This Article