Aktivitas penerbangan di sejumlah bandara mulai kembali normal setelah enam bandar udara yang sebelumnya terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau resmi beroperasi kembali sejak dini hari.
Namun, tiga bandara lain masih harus menunda penerbangan hingga estimasi pukul 10.00 WIB.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara termasuk yang sudah kembali melayani penerbangan.
Sementara itu, Radin Inten II di Lampung, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Salakanagara Tanjung Lesung di Pandeglang masih berstatus tertutup.
EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, menjelaskan bahwa keputusan pembukaan kembali bandara dilakukan setelah evaluasi keselamatan dan hasil pemantauan kondisi abu vulkanik menunjukkan situasi lebih terkendali.
“NOTAM terbaru mengingatkan bahwa awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih persisten di dalam FIR, sehingga pilot diminta berhati-hati selama proses kedatangan dan keberangkatan,” ungkap Hermana, Selasa (8/9/2026).
Selain pemantauan visual, AirNav Indonesia juga melakukan paper test volcanic ash secara berkala di lokasi bandara terdampak.
Hasil uji tersebut menjadi salah satu acuan penting dalam menentukan status operasional.
“Kami terus berkoordinasi dengan regulator dan stakeholder penerbangan untuk memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” jelas Hermana.
Dengan dibukanya kembali enam bandara, penumpang pesawat yang sempat tertahan kini dapat melanjutkan perjalanan.
Namun, masyarakat di sekitar Lampung dan Pandeglang masih harus menunggu hingga kondisi udara benar-benar aman untuk penerbangan. (Rmt)

