Pascapenutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, AirNav Indonesia menyatakan kesiapan mitigasi berkelanjutan untuk menjaga kelancaran arus penerbangan.
Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi AirNav Indonesia, Capt. Nurcahyo Utomo, menjelaskan bahwa pemantauan kondisi ruang udara dilakukan tanpa henti dengan dukungan PVMBG dan BMKG.
“Bencana Gunung Anak Krakatau ini memang kita tahu bersama bahwa letusan gunung ini tidak sekali terus berhenti, tapi akan terus-menerus tentunya. Ini saat ini selalu kita pantau 24 jam bekerja sama dengan PVMBG dan BMKG,” ujar Nurcahyo di Tangerang, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, langkah reroute atau pembelokan jalur penerbangan menjadi strategi utama untuk menghindari kawasan terdampak.
“Saat ini sampai dengan saat ini yang terjadi adalah reroute, artinya membelokkan arah penerbangan untuk menghindari kawasan terdampak,” jelasnya.
Pemantauan Dinamis
Setio menambahkan, pembaruan informasi aeronautika dilakukan secara fleksibel.
“Kalau tidak ada informasi signifikan, biasanya 6 jam. Tetapi kalau tiba-tiba ada sesuatu yang berdampak, mungkin dalam 1 jam bisa di- update,” ungkapnya.
Meski jalur domestik relatif aman, Nurcahyo mengatakan bahwa sebagian rute internasional tertentu ada yang terdampak.
“Mungkin yang terdampak justru rute penerbangan dari Australia ke Timur Tengah. Jadi mereka agak lebih menjauh, tapi kalau penerbangan domestik Indonesia tidak,” katanya.
Kapasitas Soekarno-Hatta
Terkait penumpukan penerbangan pascapenutupan, Nurcahyo menekankan kapasitas Bandara Soekarno-Hatta yang mampu menangani 81 penerbangan per jam.
“Kemarin awal itu kita fokuskan 61 penerbangan keluar dari Jakarta, 20 masuk. Karena parkirannya penuh. Kalau mengutamakan yang masuk nanti nggak dapat parkir. Jadi kita utamakan mengosongkan lahan tempat parkir dulu, baru menerima yang masuk,” ungkapnya.
Setelah dua jam pertama, arus penerbangan kembali mengikuti jadwal normal.
“Tetap ikuti jadwal normal dengan jumlah 81 penerbangan per jam,” tambahnya.
Dengan pemantauan intensif dan koordinasi lintas lembaga, AirNav berupaya memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama. (Rmt)

