Home Berita Dituding Zinahi Istri Tetangga, Juragan Emas Pasar Kronjo Diusir dari Kampung

Dituding Zinahi Istri Tetangga, Juragan Emas Pasar Kronjo Diusir dari Kampung

0

Rumah juragan emas Pasar Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, nyaris dibakar warga. Peristiwa itu terjadi lantaran warga tak terima perlakuan juragan emas, ASP (50) yang diduga berzinah dengan tetangganya sendiri. Ratusan warga kemudiam mengruduk kantor desa untuk meminta pertanggungjawaban lelaki paruh baya itu. Namun, emosi warga dapat direda atas kesigapan aparat Polsek dan 2 pleton anggota Polresta Tangerang.

Menurut salah satu warga, Budi, warga meminta ASP untuk diproses hukum dikarenakan sudah meresahkan masyarakat. ASP pada 4 September 2016 diduga melakukan perzinahan dengan seorang ibu rumah tangga berinisial (SKN) yang tak lain adalah istri Basri. Saat peristiwa tersebut Basri belum meninggal dunia.

Ketua BPD Desa Kronjo, Fuad Chozin mengungkapkan, massa berkumpul di kantor Desa Kronjo sekitar pukul 10.00 WIB untuk meminta pertanggungjawaban ASP. Dalam musyawarah warga di Kantor Desa Kronjo yang dihadiri Muspika, ada empat poin tuntutan warga Kronjo yakni pengakuan dari ASP, penyampaian permohonan maaf kepada warga, dan ASP diminta hengkang dari Kronjo serta menanggung biaya pendidikan 5 orang anak korban. 

“Pelaku siap memenuhi dan menjalankan 4 poin tuntutan warga, dan di hadapan warga juga sudah menyampaikan permohonan maaf,” jelasnya.

Kapolsek Kronjo, AKP Agus Triono membenarkan adanya mediasi antar warga dengan ASP. Polisi hanya mengamankan jalannya mediasi di kantor Desa Kronjo. Untuk sementara, dugaan warga yang menyatakan bahwa pelaku melakukan perzinahan dengan ibu rumah tangga belum tentu benar, sebab korban belum melakukan laporan resmi kepada pihaknya.

“Untuk menghindari amukan warga yang bisa mengakibatkan tindakan anarkis, anggota dari Polsek Kronjo yang dibantu 10 anggota Polsek Balaraja, 5 anggota Polsek Kresek dan 2 Pleton Polresta Tangerang melakukan pengamanan dan mengawal jalannya proses mediasi. Pihaknya belum bisa menyimpulkan tersangka, karena belum ada pelaporan resmi dari korban,” pungkasnya. (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here