Home Berita Disegel Penghibah Lahan, Yayasan SMP dan SMA di Pasarkemis Tempuh Jalur Hukum

Disegel Penghibah Lahan, Yayasan SMP dan SMA di Pasarkemis Tempuh Jalur Hukum

0

Penyegelan Sekolah SMP dan SMA Yayasan Darul Mujtahidin dengan luas tanah 1944 meter persegi, yang berada di Kampung Pabuaran RT. 03/06, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasarkemis Kabupaten Tangerang, berawal dari sengketa antara pengurus dengan sang penghibah tanah yang didirikan Yayasan Darul Mujtahidin.

Menanggapi pengakuan dan alasan penghibah lahan menyegel gedung SMP dan SMA tersebut, pihak pengurus yayasan memiliki jawaban tersendiri. “Dalam kurun waktu 16 tahun, mereka (pihak penghibah) meminjam duit dengan orangtua saya (Djarnudji), dan telah melakukan pelepasan hak tanah hibah tersebut kepada keluarga kami, karena pihak penghibah pernah meminjam uang dengan ayah saya, sehingga tersisa tanah beliau seluas 350 meter persegi dari pemotongan utang yang telah dipinjam oleh pihak penghibah,” ujar A. Ghajali Taufik, anak dari Djarnudji, saat dihubungi tangerangonline.id, Senin (31/10/2016).

Sebelumnya, masih menurut Ghajali, dalam persoalan tersebut kedua belah pihak kerap kali melakukan mediasi. Namun, setiap pelaksanaan mediasi, selalu saja pihak penghibah (Abdur Rohman) marah-marah dalam mediasi tersebut.

“Mediasi antara pihak kami dan pihak penghibah sudah kami lakukan selama 8 kali, namun pihak penghibah selalu plinplan dalam mediasi tersebut, dan pihak mereka bukan pertama kalinya melakukan penyegelan terhadap Yayasan Darul Mujtahidin,” lanjut Ghajali.

Jika permasalahan ini semakin larut, pihak keluarga Almarhum Djarnudji yang diwakili A. Gahajali Taufik ingin melakukan mediasi lagi dengan pihak penghibah, akan tetapi harus dihadiri oleh Kelurahan, Babinsa, dan semua ahli waris dari tanah hibah ini.

“Kalau memang mediasi terakhir nanti masih saja mengalami keributan, saya akan menempuh permasalahan ini melalui jalur hukum,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak penghibah Abdur Rohman mengatakan, dari tahun 1999 dirinya sudah tak sabar menghadapi perangai dari keluarga Djarnudji. Dirinya merasa semakin dizolimi, karena janji membagi keuntungan dan naik haji tak kunjung diterima.

“Saya merasa tak dianggap dalam berdirinya Yayasan Mujtahidin, dan saya pun dijadikan anggota di dalam Akta Yayasan Mujtahidin, padahal dari awal saya adalah Wakil Ketua di Akta Yayasan Mujtahidin,” terangnya.

Jadi selama 16 tahun ini pihak penghibah (Rohman) merasa dibohongi oleh keluarga Djarnudji. Pihak penghibah ingin mencabut kembali hak hibahnya terhadap Yayasan Mujtahidin. (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here