Home Berita JAS Dorong Harmonisasi Para Pelaku Industri Aviasi

JAS Dorong Harmonisasi Para Pelaku Industri Aviasi

0

PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Airport Services ikut meramaikan ‘Aviation Goes To Campus’ yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) di Solo, Jawa Tengah, Senin (22/5).

Perusahaan ground handling tertua di Indonesia ini menyalurkan bantuan dana pendidikan kepada 4 mahasiswa yang berprestasi. 

Bantuan dana pendidikan tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso,  Rektor Universitas Negeri 11 Maret Rafik Karsidi, dan Titus Dewanto selaku Deputi Direktur Umum JAS.

Tak hanya bantuan dana pendidikan, JAS juga melakukan penyerapan tenaga kerja dengan membuka kesempatan bagi mahasiswa UNS yang ingin melakukan praktek kerja lapangan atau berkarir di bidang ground handling. 

Deputi Direktur Umum JAS mengatakan, hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam rangka implementasi corporate social responsibility (CSR). Pelaksanaan CSR di JAS memang merangkul 2 bidang yakni pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

“Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dan tolak ukur dalam kemajuan bangsa. Dengan pendidikan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih apa yang dicita-citakan,” ujar Titus dalam keterangan tertulisnya yang diterima tangerangonline.id, Senin (22/5/2017).

Untuk diketahui, JAS sendiri merupakan perusahaan ground handling swasta nasional yang memiliki kepatuhan terhadap berbagai regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Salah satunya adalah kepatuhan, baik terhadap PM 174 tahun 2015 maupun perubahan ke PM 91 tahun 2016 tentang pembatasan usia GSE.

JAS meyakini bahwa kampanye penerbangan nasional selamat, aman, nyaman memang sudah selayaknya didukung oleh seluruh pelaku industri aviasi, termasuk industri ground handling.

“Kami berterima kasih karena diberikan kesempatan berperan serta dalam rangkaian acara ‘Aviation Goes To Campus’ Kemenhub yang telah menggandeng pelaku aviasi lain seperti AP I, AP II, Airnav, dan beberapa operator penerbangan,” ujar Titus.

“Seperti harapan pemimpin negeri dan banyak pelaku usaha, semoga harmonisasi antara swasta, BUMN dan regulator dapat terjalin lebih erat lagi,” pungkasnya. (Rmt)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here