Penyeludupan narkotika ke Indonesia semakin hari kian menghawatirkan. Dalam waktu 3 hari, Bea Cukai bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap dan menyita sebanyak kurang lebih 50 kilogram metamphetamine atau Sabu.
Barang bukti tersebut disita dari 5 kasus penyeludupan di berbagai tempat di wilayah Indonesia.
Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari menjelaskan, pengungkapan tersebut bermula diamankannya dua orang WNI berinisial MY dan MI yang merupakan anggota sindikat narkotika Aceh, di Terminal Kedatangan Domestik Bandar Udara Ngurah Rai, Bali pada Jumat (14/07) lalu.
“Petugas Bea Cukai Bali dan BNN membekuk kedua pelaku, berikut barang bukti 508 gram sabu, yang disembunyikan tersangka MY di dalam sepatunya. Dari keterangan MY, diketahui sabu tersebut dibawa dari Batam untuk diserahkan kepada MI di Bali,” kata Arman kepada wartawan di Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (18/7/2017).
Tak berselang lama, tepatnya pada pada Sabtu (15/07), kasus penyelundupan dengan modus serupa juga berhasil digagalkan petugas di Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Soetta.
Kepala Bea Cukai Bandara Soetta, Erwin Situmorang mengatakan, berdasarkan informasi dari BNN, petugas Bea Cukai Soetta mengatensi tiga orang WNI berinisial J, YS, dan HS yang merupakan kurir narkotika.
“Saat melaksanakan penggeledahan dan pemeriksaan badan terhadap ketiganya, petugas menemukan paket sabu, dengan berat total 2,02 kilogram yang disembunyikan dalam sepatu para pelaku,” kata Erwin.
Di hari yang sama, Bea Cukai Jambi juga melakukan penindakan atas penyelundupan sabu, setelah mendapatkan informasi dari Subdit Narkotika Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai dan BNN terkait pengiriman narkotika.
Setelah mendapatkan informasi, Bea Cukai Jambi berkoordinasi dengan personil bidang Pemberantasan BNNP Jambi dan Bea Cukai Batam untuk mengamankan dua orang WNI di Bandara Sultan Thaha
“Keduanya kedapatan menyembunyikan satu kilogram sabu di dalam barang bawaannya,” ungkap Arman.
Tak berhenti di sana, petugas Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara bekerja sama dengan BNN juga berhasil mengungkap adanya dugaan penyelundupan narkotika yang berasal dari Malaysia menuju Indonesia melalui perairan pesisir timur Sumatera Utara.
Menindaklanjuti informasi penyelundupan narkotika, petugas Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara segera melakukan koordinasi dengan BNN dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) untuk melaksanakan operasi terpadu dalam rangka mengantisipasi penyelundupan narkotika tersebut.
Hasilnya, tim mengamankan tiga pelaku berikut 44 kilogram sabu di area parkir SPBU Pasar Bengkel di Perbaungan.
“Dari keterangan tiga tersangka, petugas gabungan melakukan pengembangan kasus ke Jalan Lintas Sumatera dan berhasil mengamankan tujuh orang tersangka lainnya,” ujar Arman.
Saat hendak dilakukan penangkapan oleh petugas gabungan, dua orang tersangka, BJ dan MS melakukan perlawanan, sehingga diambil tindakan tegas oleh petugas gabungan yang menyebabkan kedua tersangka meninggal dunia.
Sebagai tindak lanjut kasus, petugas gabungan mengamankan para tersangka dan barang bukti berupa 44 kilogram sabu, 4 unit sepeda motor, 3 unit minibus, beberapa kartu identitas, satu pucuk senjata api, dan peluru ke Kantor Poldasu.
Kasus kelima yang ditangani oleh Bea Cukai dan BNN adalah penyelundupan empat kilogram sabu dari Medan ke Palembang, pada Minggu (16/07), oleh penumpang bus berinisial ED dan NH.
Keduanya bertugas sebagai kurir, mengantarkan sabu kepada ND dan FA di Palembang dan berencana membawa sabu tersebut ke Denpasar, Bali. Penindakan terhadap kasus ini, diawali adanya informasi dari Subdit Narkotika Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai.
“Petugas langsung melaksanakan penindakan saat keempatnya melakukan serah terima barang bukti,” kata Arman.
Penindakan lima kasus penyelundupan sabu ini menambah panjang daftar penindakan narkotika dan psikotropika di seluruh Indonesia. (Rmt)