Home Berita Penyelundupan Benih Lobster Rp 3,27 M Digagalkan di Bandara Soetta

Penyelundupan Benih Lobster Rp 3,27 M Digagalkan di Bandara Soetta

0

Upaya penyelundupan Benih Lobster dari Indonesia ke luar negeri kembali terjadi. Namun, upaya tersebut dapat digagalkan petugas Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Sebanyak 21.809 ekor Benih Lobster jenis Mutiara yang disembunyikan didalam 2 buah koper berhasil diamankan di Terminal 2D.

Kepala Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jakarta 1, Habrin Yake menjelaskan, dalam penggagalan penyelundupan Benih lobster tersebut pihaknya bekerjasama dengan Aviation Security (Avsec) dan Polres Bandara Soetta.

“Hari ini kami menggagalkan penyelundupan benih lobster sebanyak 84 kantong yang didalamnya terdapat 21.809 ekor benih lobster jenis mutiara,” kata Habrin kepada TangerangOnline.id di kantornya, Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (14/12/2017).

Habrin menjelaskan, koper yang berisi benih lobster tersebut ditemukan di X-Ray Security Check Point (SCP) 1 Terminal keberangkatan Internasional.

“Kedua koper tersebut diduga sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya untuk menghindari pemeriksaan petugas. Diduga akan dibawa menuju Singapura,” jelasnya.

Adapun modus pelaku (masih dalam pengejaran petugas), benih lobster tersebut dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi air laut serta oksigen, lalu disimpan ke dalam koper dan dilapisi handuk basah.

Apabila benih lobster tersebut lolos dari pemeriksaan petugas, Indonesia dapat mengalami kerugian sebesar Rp 3,27 milyar.

Habrin menyebut, saat ini pihaknya dibantu oleh Polresta Bandara Soetta tengah melakukan pengejaran terhadap pemilik koper tersebut. Ciri-ciri pelaku sudah dikantongi petugas dari hasil rekaman CCTV.

“Dari hasil koordinasi dengan petugas Avsec, pelakunya 1 orang berjenis kelamin laki-laki. Saat ini kita dibantu oleh Polresta Bandara Soetta dan Bareskrim tengah melakukan pengejaran pelaku,” ungkapnya.

Saat ini kantong yang berisi benih lobster tersebut sedang dilakukan pengisian oksigen (reoksigen) untuk menjaga tetap hidup dan akan dilepasliarkan ke habitat aslinya.

“Setelah dilakukan reoksigen, siang ini juga kita lepas liarkan ke Laut Pangandaran, Jawa Barat,” pungkasnya. (Rmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here