Home Berita BKIPM Jakarta I Buka Posko Ikan Invasif di Bandara Soetta

BKIPM Jakarta I Buka Posko Ikan Invasif di Bandara Soetta

0

Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jakarta I menghimbau kepada pemilik ikan yang bersifat invasif seperti Arapaima Gigas beserta ikan sejenisnya agar diserahkan secara sukarela.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala BKIPM Jakarta I Habrin Yake. Ia menyebut, pihaknya membuka posko khusus di Kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

“Kami menghimbau kepada masyarakat yang memiliki atau memelihara ikan yang sifatnya invasif agar secara sukarela menyerahkan kepada kami,” kata Habrin kepada tangerangonline.id di Bandara Soetta, Tangerang, Senin (9/7/2018).

Posko tersebut lanjut Habrin, sudah diaktifkan sejak Senin (1/7) lalu. Posko ini akan berlangsung hingga akhir bulan ini atau Selasa (31/7).

Selain mengaktifkan posko, pihak BKIPM Jakarta I juga telah melakukan sosialisai ke tempat perdagangan Ikan Hias.

“Kami juga telah melakukan sosialisasi ke tempat perdagangan ikan hias di Parung (Kabupaten Bogor),” ujarnya.

Sejauh ini pihaknya sudah memperoleh laporan dari masyarakat terkait kepemilikan ikan asli Amerika Selatan itu. Namun belum ada masyarakat yang menyerahkan secara sukarela.

“Laporan sudah ada kami terima, tapi untuk menyerahkan langsung kepada kami belum ada,” katanya.

Habrin mengatakan, kehadiran ikan yang bersifat invasif tersebut dapat mengganggu atau mengancam populasi ikan asli baik melalui pemangsaan, kempetisi makanan maupun keunggulan reproduksinya.

“Sebenarnya pemasukan ikan yang bersifat invasif atau spesies asing invasif tersebut dapat mengancam perikanan di Indonesia. Seperti yang ditemukan di sungai di Jawa Timur beberapa hari yang lalu,” imbuhnya.

Diketahui, beberapa hari yang lalu belasan ikan Arapaima Gigas telah ditangkap di Sungai Brantas, Jawa Timur.

Habrin menerangkan, ikan asli Sungai Amazon tersebut termasuk jenis ikan berbahaya dan dilarang pemasukannya ke dalam wilayah Republik Indonesia serta diawasi Peredarannya. Selain Arapaima Gigas, ikan Black Snake Head, Ikan Alligator, dan Ikan Piranha juga dilarang pemasukannya.

“Hal ini sudah diatur di dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41/PERMEN –KP/2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia,” terangnya. (Rmt)