Home Berita Visa dan MasterCard Diganti GPN, Apa Keuntungannya?

Visa dan MasterCard Diganti GPN, Apa Keuntungannya?

0

Bank Indonesia dan perbankan memulai kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) pada Minggu (29/7/2018) ini. Kampanye ini dilanjutkan penukaran kartu debit atau ATM dari Visa dan MasterCard ke GPN pada 30 Juli-3 Agustus 2018.

Apa keuntungannya? Mengutip lansiran laman CNBC Indonesia, penggunaan GPN ini disebutkan akan membuat transaksi lebih efisien dan lebih murah. Sebelumnya, transaksi menggunakan Visa dan MasterCard berbiaya mahal lantaran transaksi tersebut diproses di Singapura.

Menko Perekonomian Darmin Nasution, sebagaimana dilansir CNBC Indonesia, Minggu (29/7/2018), mengatakan bahwa pertimbangan Bank Indonesia menciptakan sistem pembayaran nasional yang terintegrasi karena besarnya biaya yang dikeluarkan menggunakan jasa Visa dan MasterCard. Besarannya hingga US$2 miliar per tahun.

Dari sisi fee, biaya yang dikeluarkan nasabah dengan kartu berlogo GPN jauh lebih murah dibandingkan dengan kartu berlogo Visa dan MasterCard. Cara ini akan mengamankan dana nasabah untuk tidak tersedot banyak akibat transaksi yang dilakukan.

Menurut data dari Visa dan MasterCard, masing-masing provider mengenakan biaya transaksi masing-masing sebesar 0,80% dan 0,85%. Jika satu kartu ada dua logo tersebut secara bersamaan, maka fee yang harus dibayar tidak kurang dari 1,65%.

Sementara jika menggunakan kartu berlogo GPN, biaya yang digunakan hanya 1%. Perbedaan ini yang membuat kehadiran GPN menguntungkan konsumen khususnya di dalam negeri. Lantas kehadiran GPN sempat diprotes negeri asal provider tersebut yaitu Amerika Serikat.

Bahkan disebut-sebut, awal murka Presiden AS, Donald Trump karena penerapan GPN sehingga berpotensi mengurangi porsi asing khususnya AS di Indonesia. Negara seperti Malaysia, Singapura hingga thailand telah lebih dahulu menerapkan aturan ini. (Kor)