Home Berita KBRI Cairo Gelar Festival Pencak Silat di Mesir

KBRI Cairo Gelar Festival Pencak Silat di Mesir

0

KBRI Cairo menggelar Festival Pencak Silat di Pusat Pemuda Algezira, Cairo, (15/9/2018) malam. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari mempromosikan seni bela diri tradisional nusantara di Negeri Seribu Menara ini.

Acara Festival Pencak Silat sendiri dimeriahkan oleh beragam atraksi silat dari Perguruan Tapak Suci seperti loncat api. Para pesilat yang tampil pun mayoritas berasal dari warga Mesir. Alhasil, ratusan warga Cairo yang memadati Roman Theater, tempat festival berlangsung, kerap berdecak kagum dengan jurus-jurus silat yang dipertunjukkan.

Selain Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi, festival yang berlangsung dari pukul 18.30 hingga pukul 23.00 waktu setempat juga dihadiri Utusan kantor Menteri Pemuda dan Olah Raga Mesir Muhammad Elsafty, Direktur Pusat Pemuda Algezira Amjad Zaghlul, dan lebih dari 500 peserta didik pencak silat Tapak Suci serta pengunjung, yang mayoritas merupakan WNA Mesir.

Saat membuka kegiatan, Dubes Helmy mengatakan, sekalipun merupakan seni bela diri tradisional, pencak silat telah dikenal luas hingga mancanegara, termasuk di Mesir. Karena itu, lanjut dia, seni bela diri ini perlu dijaga dan dirawat bersama.

“Raihan medali emas dalam Asian Games 2018 membuktikan pencak silat adalah warisan budaya Indonesia untuk dunia,” ujarnya.

Menurut Dubes Helmy, pencak silat sudah menjadi salah satu sarana diplomasi budaya Indonesia di Mesir. Tidak mengherankan jika pencak silat kerap ditampilkan dalam pagelaran seni di berbagai provinsi yang dilakukan KBRI Cairo bekerjasama dengan Pemerintah Mesir. Sambutan atas atraksi pencak silat selalu mendapatkan sambutan meriah.

“Ini menunjukkan pencak silat digemari masyarakat Mesir,” kata Dubes Helmy.

Dalam catatan KBRI Cairo, pencak silat mulai diperkenalkan pada masyarakat Mesir melalui Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) sejak tahun 2011. Sejak saat itu, seni bela diri ini terus berkembang. Masyarakat Mesir, baik dari kalangan anak-anak, pemuda dan pemudi, banyak yang tertarik dan bergabung untuk mempelajari Pencak Silat. Tercatat lebih dari 400 siswa yang belajar dan memperdalam bela diri Pencak Silat di Puskin.

“Angka ini jelas memperlihatkan minat warga Mesir mendalami seni bela diri ini terus meningkat dari hari ke hari,” urai Dubes Helmy.

Selain menampilkan berbagai kemahiran seni bela diri dari berbagai aliran pencak Silat di tanah air terutama Tapak Suci, festival juga mengenalkankan seni beladiri dari negara lain yang ada di Mesir, yaitu Shidokan, Brazilian Jiu Jitsu dan Ninjutsu. Festival ini juga memamerkan ritual pelantikan sabuk peserta silat Tapak Suci Puskin.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo, Usman Syihab menambahkan hingga kini Puski. memiliki 9 guru pelatih Silat Tapak Suci asal Indonesia yang dibantu 5 pelatih dan 35 asisten pelatih asal Mesir. Dirinya berharap Pencak Silat Tapak Suci dapat segera memperoleh pengakuan resmi dari Pemerintah Mesir sebagai salah satu cabang olah raga nasional Mesir. “Dengan demikian Tapak Suci akan dapat cepat tersebar dan kita akan dengan leluasa dapat melakukan pelatihan serta dapat mengadakan dan mengikuti turnamen di berbagai tingkat,” jelas Usman.(MRZ)