Home Berita Serikat Buruh Demo Pemkot Tangerang

Serikat Buruh Demo Pemkot Tangerang

0

Massa buruh yang tergabung dalam beberapa serikat menggelar aksi demontrasi di depan kantor Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang.

Mereka menggelar aksi untuk menuntut diberlakukannya kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) di tahun depan agar ditetapkan berdasarkan komponen hidup layak (KHL).

Dalam orasinya para buruh mendesak Walikota Tangerang agar memberikan rekomendasi kepada pemerintah provinsi agar dapat menetapkan kenaikan upah buruh sebesar 25.77 % dari upah tahun 2018 yakni sebesar Rp. 4.505.312.

Maman Nuraman, koordinator aksi mengaku, angka tersebut setelah sebelumnya dilakukan survey dibeberapa pasar tradisional yang ada di Kota Tangerang yakni Pasar Anyar, Malabar dan Ciledug.

“Kebijakan yang ada melalui peraturan Menaker, ada beberapa daerah yang dikhususkan untuk memenuhi hidup layak, kota tangerang seharusnya menjadi representasi menjadi upah minimum dikota tangerang,” ujarnya, Kamis (08/11/2018).

Berdasarkan pantauan dilokasi para buruh yang ditemui Ivan Yudhianto, asisten daerah 3 mengaku kecewa lantaran ketidak hadirkan walikota tangerang dan mengaku akan terus bertahan disekitaran pusat pemerintahan kota tangerang hingga dapat menemui langsung walikota kendati telah diberikan pemahaman jika walikota Tangerang saat itu sedang berada di luar kota.

“Kami hanya ingin pastikan kita ingin ketemu walikota yang notabene yang harus pro terhadap pekerja,” ungkapnya

Menurutnya, Wakikota tangerang di anggap meremehkan dan tidak ingin mendengar aspirasi buruh dengan tidak menemui para peserta aksi.

“Ketika bicara otonomi daerah, walikota wajib mengedepankan kepentingan warganya,” tuturnya

Ia juga menuding walikota tangerang kurang berpihak kepada buruh, padahal sebagian besar dari buruh adalah pendukungnya saat maju sebagai walikota Tangerang. “Kita bakal boikot pak Arief,” katanya.

Dalam aksinya para buruh juga mendesak walikota tangerang Arief R Wismansyah memenuhi janji politiknya yang didalamnya akan Mensejahterakan buruh.

“Kita tidak mau surat rekomendasi ini dititipkan, kami mau menyerahkan langsung surat rekomendasi ini kepada walikota,” terangnya

Para buruh juga mengancam akan melumpuhkan roda perekonomian dikota tangerang dengan menggelar aksi besar besaran dikota tangerang jika tuntutannya tidak dipenuhi oleh pemerintah kota tangerang. “Kita jamin akan ada aksi yang lebih besar dari ini, dan kami memastikan roda perekonomian akan kami lumpuhkan,” jelasnya. (Amd)