Beranda Berita PIS-PK di Tangsel Kurang Sosialisasi

PIS-PK di Tangsel Kurang Sosialisasi

0

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kurang sosialisasi dan promosi kepada masyarakat. Hal ini ditengarai menjadi sebab program tersebut kurang berjalan optimal.

“Coba cari di Tangsel, kata-kata tentang PIS-PK nggak ada,” seloroh Kepala Puskesmas (Kapus) Rawabuntu, dr Hartono.

Selain kurang sosialisasi, tidak adanya tim khusus untuk menjalankan program yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu menjadikan program tersebut kurang maksimal.

“Kita tidak bisa membentuk tim khusus itu, karena keterbatasan SDM di Puskesmas dan kita juga banyak kegiatan lainnya yang harus dikerjakan juga. Pada bulan Juli kita melakukan kegiatan penjaringan anak sekolah, Bulan Agustus kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI), Bulan September dan Oktober kegiatan pemberian obat pencegah cacingan secara masal dan sekarang kegiatan imunisasi Measles Rubella (MR). Ya pinter-pinter Kepala Puskesmas (Kapus) lah yang membagi tugasnya, kita nggak bisa bikin tim itu, karena susah,” jelasnya.

Ia menjelaskan, teknis dalam pelaksanaan PIS-PK, pihak puskesmas menempatkan Koordinator di masing-masing Kelurahan dan dibawah koordinator itu ada beberapa bimbingan wilayah (Binwil). Satu petugas kesehatan ditugaskan memegang 1 sampai 2 Rukun Warga (RW) untuk mendata di kelurahan yang ditugaskan.

“Cara kerjanya, petugas door to door ke setiap rumah dan mendata semua anggota keluarga dengan mewawancarai satu persatu dengan memberikan pertanyaan dan mengisi formulir yang sama, setelah itu kita akan menempelkan stiker di rumahnya untuk menandakan bahwa rumah tersebut sudah didata,” ungkapnya.

Kendala lainnya, ungkap dr Hartono, rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) juga sibuk dan susah dihubungi. “Kta sudah janji sama Pak RWnya, saat mau ditemui nggak bisa, ada yang alasan lagi luar Kota, ada yang bilang langsung aja ke RTnya, saat kita ke RTnya mereka jawab belum ada pemberitahuan dari RWnya, jadi lempar-lemparan, ada juga yang jawab nanti akan disampaikan ke warganya,” bebernya.

“Saat kita tanya kembali, dianya lagi sibuk, terutama di Komplek, sementara kalau tidak ada pemberitahuan dari RW dan RT warga nggak mau menerima kita, kalau kita langsung ke warga kita diusir sama satpamnya,” imbuhnya.

Ia menyatakan, di Puskesmas Rawabuntu terdata 19.000-20.000 Kartu Keluarga (KK) yang terdiri dari 3 Kelurahan diantaranya Kelurahan Ciater, Kelurahan Rawahubuntu dan Kelurahan Rawa Mekar Jaya (RMJ). Kelurahan Ciater ada 16 RW teridiri dari 11 perkampungan, 5 Komplek, di Kelurahan Rawa Buntu ada 19 RW teridiri dari 3 perkampungan 16 komplek dan Kelurahan Rawa Mekar Jaya ada ada 15 RW yang terdiri dari 4 perkampung 11 Komplek.

“Dari 19.000 KK itu baru 30 persen yang terdata, itu yang sudah terdata bagian perkampungan. Untuk di bagian kompleknya belum, karena terkendala tadi, kalau komplek kan pergi pagi pulang malam, kalau hari sabtu dan minggu mereka tidak ada dirumah juga karena waktunya weken bersama keluarga,” tambahnya.

Ia pun mengakui, bahwa anggaran untuk menjalankan program tersebut ada. “Kita memang ada anggarannya kalau PNS cuma dapat makan minum, karena dia sudah ada tunjangan, kalau buat non PNS dikasih transport sebesar Rp 50.000 sekali bergerak. Untuk target dalam satu kali bergerak itu minimal harus mendata 20 KK,” ujarnya.

Semenatara Ketua Rt 004 Rw 004 Komplek Perumahan Ciater Permai, Muhamad Syafei mengaku, bahwa dirinya tidak pernah didatangi oleh petugas dari puskesmas maupun dinas kesehatan prihal tentang Program Indonesia Sehat Melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Bahkan Ia pun baru mengetahui adanya program tersebut.

“Mana ada yang datang, tidak pernah ada yang datang ke kami. Padahal kalau memang ada program ini kita akan bantu banget untuk ke warganya. Program seperti ini bagus loh, kalau seandainya nggak bisa datang siang, datangin malam lah, dikejar terus harusnya, Karena masyarakat sangat membutuhkan program ini, orang komplek kan tidak semuanya mampu dan sehat. Pada intinya belum ada kita didatangi petugas dari Pemda,” terangnya. (Ban)