Home Berita Lamsel Tunggak Tagihan PJU Rp 15 Miliar

Lamsel Tunggak Tagihan PJU Rp 15 Miliar

0

Pemkab Lampung Selatan memiliki utang Rp 15 Miliar kepada PT PLN Persero Cabang Tanjung Karang. Utang tersebut terkait tunggakan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) sejak bulan Juli sampai dengan November 2018.

“Pemkab Lamsel memiliki hutang dengan PT. PLN Cabang Tanjung Karang, terhitung tagihan mulai Juli hingga November ini. Namun, sudah dua pekan lalu, pihak pemkab menghubungi kami untuk mendata PJU yang masih aktif dan tidak,” ujar Manager PT. PLN Kalianda Bennie Adenata, kepada rilislampung.id, di ruangan kerjanya, Kamis (29/11/2018).

Pendataan ini lanjut Beni, dilakukan karena adanya permintaan pengurangan nilai tunggakan akibat PJU yang aktif dan sudah tidak aktif, yang dibebankan oleh Pemkab Lamsel melalui dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim), sejak Juli lalu.

“Pihak pemkab meminta keringanan, agar pihak kami (PLN) melakukan pengurangan, karena memang ada PJU yang sudah tidak aktif, agar bisa mengurangi nilai tunggakan, tapi kalaupun berkurang nilainya tidak besar. Namun, kami menghitung tagihan tersebut berdasarkan PJU yang terpasang, artinya apabila sudah didata oleh pemkab secara real, nilai tunggakan pun tidak akan turun drastis,” tambahnya.

Memang, bebernya lagi, tunggakan Rp. 15 Miliar tersebut yang paling banyak berasal dari PJU swadaya masyarakat, dimana PJU yang dibeli dari uang masyarakat, listriknya dibebankan oleh Pemkab Lamsel.

“Makanya rencana kedepan, kami akan tertibkan PJU yang tidak memiliki rekom dari Pemkab Lamsel, bakal kami putus aliran listriknya. Agar tidak ada lagi tunggakan pemkab Lamsel yang berbula  bulan tidak dibayarkan,” tambahnya.

Sementara, Plt. Kadis Perkim Burhanuddin enggan berkomentar banyak terkait tunggakan LPJU tersebut. “Belum ada penyelesaian, dan titik temunya belum ada, jadi saya minta kita semua sabar,” beber mantan Sekwan DPRD Lamsel.

Saat disinggung kapan akan dilakukan pelunasan, mengingat kondisi Lampung Selatan, khususnya jalan protokol kota Kalianda yang gelap pada malam hari, burhan tidak bisa memberikan kepastian. “Belum tau kapan ada pembayaran, ini kami masih mencari solusinya,” tutupnya. (Nid)