Home Berita Benyamin Davnie: Kepercayaan Investor di Tangsel Sangat Tinggi

Benyamin Davnie: Kepercayaan Investor di Tangsel Sangat Tinggi

0

Pertumbuhan ekonomi di Kota Tangerang Selatan oleh pihak swasta semakin menggeliat, bahkan terbilang sangat cepat. Pemkot Tangsel berdalih hal itu terjadi karena kepercayaan investor untuk berinvestasi sangat tinggi.

“Kepecayaan investor di Tangsel Alhamdulillah sampai dengan hari ini sangat tinggi sekali, ini terbukti dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Tangsel yang angkanya terus meningkat, dan terakhir mencapai Rp11 triliun lebih, investasi dari 7,2 persen pertumbuhan ekonomi ini saya yakin kontribusi dari sektor swasta di tas 80 persen,” ujar Wakil Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, saat menerima audiensi para pengurus dan anggota Kelompok Kerja Wartawan Harian Tangerang Raya (Pokja WHTR), di Resto Bupe Cilenggang Kecamatan Serpong, beberapa hari lalu.

Bang Ben, biasa akrab disapa, menjelaskan, investasi ini terbagi dua, yakni investasi sektor swasta dan sektor pemerintah. Untuk sektor pemerintah bukan hanya Pemkot Tangsel tapi termasuk Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Pusat.

Saat ini, total APBD Tangsel tahun 2019 sebesar Rp3,6 triliun. Jumlah tersebut memang belum besar tapi kontribusi pendapatan daerahnya Rp2 triliun lebih. Sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tangsel 46 persen dari total seluruh seluruh APBD Tangsel.

“Total PAD Tangsel mencapai Rp1,6 triliun, makanya kita mendapatkan anugerah sebagai daerah otonomi terbaik se-Indonesia dari Menteri Dalam Negeri, karena proporsi APBD kami jaga sejak 2012,” terangnya.

Pendapatan terbesar yang diperoleh Pemkot Tangsel pertahunnya bersumber dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) atau pungutan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan yang mencapai Rp456 miliar lebih.

Pendapatan itu diperoleh dari transaksi jual beli tanah dan bangunan. Sedangkan pendapatan terbesar kedua dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 300 miliar. Sisanya dari sektor lain seperti pajak hotel dan restoran, pajak hiburan dan lainnya.

Sejak awal, kata Bang Ben, sudah ada tiga sampai empat prioritas pembangunan di Tangsel. Antara lain Infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan dan sisanya lain-lain. Tapi tiga urusan pemerintahan ini berdasarkan Permendagri nomor 13 tahun 2006, memang alokasi anggarannya selalu besar. Sehingga tidak aneh jika sampai saat ini infrastruktur jalan di Tangsel sudah relatif menggunakan beton. Sedangkan untuk urusan pendidikan, Pemkot Tangsel sudah membangun sebanyak 122 Sekolah Dasar (SD), dan 22 SMP.

“Apakah jumlah itu sudah cukup? Tentu masih kurang, karena pertumbuhan penduduknya yang terus meningkat,” tuturnya.

Sepuluh tahun yang lalu jumlah penduduk Tangsel hanya sekitar 900 ribu namun kini sudah mencapai 1,5 juta, dimana kenaikannya setiap tahun mencapai 10 persen. Saat ini penduduk Tangsel sudah sangat padat. Daerah yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya yaitu Kecamatan Pondok Aren, 11,200 per kilometer persegi. Kecamatan terpadat penduduknya yang kedua ditempati oleh Pamulang yakni 11.000 lebih per kilometer persegi. Selebihnya kecamatan-kecamatan lain yakni 10.000 per kilometer persegi.

“Ga kebayang dah tuh padatnya seperti apa nanti kalau kenaikan jumlah penduduknya 10 persen pertahun,” bebernya. (ris)