Beranda Berita Yayasan Dharma Karya Kembangkan Seni Tradisional dan Revolusi Industri 4,0

Yayasan Dharma Karya Kembangkan Seni Tradisional dan Revolusi Industri 4,0

0

Ketua Yayasan SMA/SMK Dharma Karya, Drs Soeharto, mengatakan, di era revolusi industri 4,0, pihaknya telah melakukan pembaharuan sistem informasi teknologi dengan melakukan perbaikan pada website dan sistem informasi teknologi lainnya.

“Diharapkan dengan penyesuaian ini akan mampu menjawab tuntutan revolusi industri 4,0 itu, maka siswa-siswi diharapkan mampu mengikuti perkembangan teknologi,” terang Soeharto dihadapan ratusan Wisudawan SMA/SMK Dharma Karya, di Gedung Wanita Patra, Kebayoran, Jakarta, Rabu (24/04/2019).

Ia mengatakan, bahwa siswa-siswi SMK Dharma Karya agar menyiapkan diri dan mampu menghadapi teknologi yang kian berkembang kedepan.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan SMA/SMK Dharma Karya, mengatakan, selain teknologi, sekolah ini juga mengedepankan seni-seni tradisional Indonesia.

Hernawan menyatakan, bahwa kesenian tradisional sangat penting, karena seni budaya yang memiilki daya jual tinggi, yang mana saat ini digenerasi muda jarang yang tertarik.

“Sehingga saya pilih seni-seni budaya tardisional itu, karena kita telah mengetahui beberapa tahun lalu banyak orang-orang dari negara Eropa dan Amerika belajar seni Karawitan di Solo dan Yogya, begitu juga seni yang lain, mereka tertarik mempelajari,” jelas Hernawan.

“Kalau kita sebagai generasi muda, tidak ada yang ikut melestarikan seni budaya tradisional kita, kita khawatir nanti 10 tahun yang akan datang, untuk melihat seni-seni budaya kita seperti Gamelan seperti itu, harus (terbang) ke Amerika dulu, ‘kan sayang, ongkosnya,” tandasnya.

Kesenian tradisional itu memang identisas kita, maka menurutnya, penanaman budaya tradisional penting, karena merupakan program pemerintah dan SMA/SMK Dharma Karya turut membantu program pemerintah dalam melestarikan budaya untuk generasi penerus bangsa tersebut.

“Sehingga anak-anak generasi muda kita itu, tidak hanya menjadi obyek untuk pemasaran budaya-budaya asing, tapi juga dia harus menjadi generasi penerus untuk pelestarian budaya Indonesia yang beraneka ragam,” harap Hernawan.

Selain itu, anak-anak generasi muda yang lulus dari SMA/SMK Dharma Karya, diharapkan setelah lulus, mereka ditempat lain, bisa menularkan tentang pentingnya budaya tradisional Indonesia.

Untuk seni tradisional, rata-rata generasi muda sekarang memiliki minat yang tinggi, namun karena peran lingkungan yang kurang memadai, maka menjadi tantangan besar untuk
memberikan motivasi bagi mereka yang ingin semuanya serba instan.

“Selama ini anak-anak itu tertarik sendiri dan mau mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan eskul seni tari dan gamelan dan peminatnya banyak, ada tiga kelompok seni tari,” tuturnya.

Dikatakan, seni- seni tradisional yang diajarkan disekolah tak hanya tampil di sekolah saja, namun kesenian tradisional yang diajarkan, juga pernah tampil di luar sekolah dan meraih gelar juara di tingkat pemerintahan kota.

Selain karawitan dan gamelan, kata Hernawan, di sekolah ini juga diajarkan Tari Bali, Tari Saman, dari beberapa kesenian tradisional daerah lainnya. Diakui, memang di beberapa sekolah yang paling banyak diminati adalah grup-grup band dan disekolah ini juga mengakomodir keinginan siswa yang berminat dalam seni musik modern dengan mendirikan grup-grup band. (MRZ).