Home Berita Jalan lingkar Sepatan Banjir Tak Kunjung Surut

Jalan lingkar Sepatan Banjir Tak Kunjung Surut

0

Jalan lingkar Sepatan banjir tidak urung surut. Meski kemarau. Akses Jalan lingkar Sepatan tergenang oleh air got. Demikian dikeluhkan warga Kampung Sepatan RT 01/ RW 02, Kelurahan Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

Anehnya lokasi tergennangnya air got tersebut tepatnya disamping kantor Kecamatan Sepatan dan depan SDN 5 Sepatan.

Warga setempat RT 01/ RW 02, Mohammad Jembar mengatakan, genangan air tersebut sudah sangat lama dan belum surut hingga kini, dan ini sanget mengganggu aktivitas orang yang mau kepasar, anak yang mau sekolah, karena lokasinya juga tepat depan sekolah SD Negeri 5 Sepatan.

Menurutnya, selama ini pihak kecamatan terkesan tidak peduli dengan keberadaan air got tersebut, karena tidak ada upaya untuk menanggulanginya, padahal setiap hari pihak kecamatan melihatnya.

“Air got yang merendam jalan ini bisa dibilang tidak pernah surut walaupun musim kemarau. Apalagi jika musim hujan, itu lebih parah. Jadi genangan air ini bisa dibilang sudah sangat lama dibiarkan dan tidak ada penanganan khusus dari pihak kecamatan, pedagang dan anak sekolah dasar pun sudah resah, karena ini bisa berdampak pada kesehatan,” ujarnya, Kamis (13/6/2019).

Dikatakannya, air yang menggenangi jalan tersebut, akibat pemasangan yudit yang kurang pas, sehingga air got tersebut meluap hingga ke badan jalan, ditambah lagi sistem drainase yang tidak berpungsi.

“Genangan air ini sudah dari dulu, bahkan dulu lebih parah. Saya lihat awal tahun kemarin sempat ada perbaikan namun tidak berefek banyak. Kemungkinan pemasangan yudit kurang maksimal, sehingga air got tetap naik ke jalan,” ucapnya.

Kemudian kecamatan harus mampu mengedepankan pembangunan yang berkualitas bukan asal-asalan, ditambah pengalamana para kontraktor yang baru jadi pemborong yang membuat rusaknya pembangunan. Contoh pembangunan saluran udiet atau boxcolver tidak sesuai fakta yang ada.

“Kami berharap banjir yang bukan musim hujan dijalan tersebut segera ditangani oleh pihak Pemerintah daerah atau pihak Kecamatan. Dan pengawasan asal tidak sesuai fakta dilapangan,” pungkasnya.

Sampai berita ini ditayangkan pihak Kecamatan belum ada yang bisa dikonfirmasi. (Sam)