Home Berita Sopir Truk Tanah Ugal-ugalan di Teluknaga, Warga Main Hakim Sendiri

Sopir Truk Tanah Ugal-ugalan di Teluknaga, Warga Main Hakim Sendiri

0

Kemarahan warga Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang terhadap para sopir truk tanah yang disebut melanggar Perbup Nomor 47 Tahun 2018 tentang pembatasan jam operasional kendaraan, tak terbendung. Sopir truk yang dianggap warga ugal-ugalan menjadi sasaran aksi main hakim sendiri, Sabtu (2/11/2019).

Aksi main hakim sendiri terhadap
sopir truk tanah dilakukan warga Desa
Kampung Melayu Timur, Kecamatan
Teluknaga. Seorang sopir truk berinisial X tampak diikat di tiang dan kemudian dipukuli massa. Amuk massa itu terekam dalam video yang tersebar di media sosial.

Warga Kampung Melayu Timur marah karena terjadi dua kecelakaan lalu lintas yang disebabkan aksi ugal-ugalan sopir truk tanah. Kecelakaan pertama terjadi di Jalan Raya Kampung Melayu Timur Wates. Truk menabrak tiang listrik dan kemudian menimpa pagar rumah warga setempat.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Di waktu yang sama namun berbeda lokasi, truk tanah yang melintas di Jalan Raya Tanjung Pasir, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, secara ugal-ugalan menabrak bengkel milik warga setempat hingga hancur. Tabrakan terjadi ketika truk hendak menyalip salah
satu kendaraan.

Tokoh masyarakat Kecamatan Teluknaga Shobri mengatakan, mobil truk tanah yang melintas di wilayah Kecamatan Teluknaga dan Kosambi tidak pernah mematuhi aturan yang sudah tertera dalam Perbup Nomor 47 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Jam Operasional Angkutan Tambang (Pasir, Batu, Tanah).

Menurut Shobri, masyarakat selama ini sudah sangat sabar melihat truk tanah mondar-mandir melintas di Kecamatan Teluknaga sekitarnya. Namun kesabaran warga, ternyata tidak dihargai. Para sopir justru malah semakin menyepelekan dengan mengendarai truk secara ugal-ugalan, sehingga banyak warga yang menjadi korban akibat truk tanah.

“Setiap 5 menit sekali, ada 5 truk melintas berjejer, sehingga menutupi badan jalan. Bahkan ada yang kebut-kebutan. Ini salah satu contohnya, yang menimpa pagar rumah warga di Kampung Melayu Timur. Dia ugal-ugalan bawa mobilnya, sehingga hilang kendali, lalu terlalu pinggir, akhirnya nabrak tiang listrik dan menimpa pagar rumah,“ kata Shobri.

Shobri mengatakan, warga Kampung Melayu Timur yang sudah memuncak emosinya karena hilang rasa kesabarannya terhadap aktivitas truk tanah, mulai menghakimi sopir truk tersebut. Beruntung, emosi warga masih bisa diredam, sehingga sopir yang dipukuli dan diikat itu, masih bisa selamat dari amukan warga.

“Sopirnya sempat dipukuli, bahkan diikat tangannya, namun beruntung pihak Kepolisian segera tiba meredam amarah warga. Akhirnya sopir diamankan diMapolsek Teluknaga,“ katanya.

Selain di Kampung Melayu Timur, kejadian serupa juga terjadi di Jalan Raya Tanjung Pasir, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga. Truk tanah menabrak bengkel milik warga sekitar ketika hendak menyalip salah satu kendaraan didepannya.

Menurut Shobri, para sopir yang melanggar Perbup 47 Tahun 2018 ini ada yang membekingi.“Bayangkan saja dalam satu hari sudah 2 kejadian kecelakaan yang disebabkan oleh truk tanah. Sopir mah kerja, kalau nggak ada yang jamin nggak mungkin berani. Pasti ada yang jamin ini, para preman-preman miskin yang nyari roko doang,” tukasnya.

Setelah terjadi laka lantas yang
diakibatkan oleh truk tanah, masyarakat beserta para tokoh langsung merazia puluhan truk tanah yang melintas di wilayah Teluknaga. Shobri mengatakan, puluhan truk tanah yang dirazia diarahkan ke Lapangan Bola Tunas Jaya Kampung Melayu, Kecamatan Teluknaga dan tidak diperbolehkan melintas sampai pukul 22.00 WIB tiba.

Shobri meminta, agar pihak yang berwenang segera memberikan tindakan dan memberikan solusi. Dia mengimbau, jangan sampai masyarakat benar-benar emosi, dan melakukan tindakan yang lebih anarki.

“Kami ini melakukan sweeping banyak banget truk tanah yang tidak boleh melintas oleh warga. Pihak yang berwenang harus bertindak tegas, jangan sampai warga bertindak anarkis, nanti malah warga disalahin dan ditangkap kalau sudah bertindak anarkis,” harapnya.

Kapolsek Teluknaga AKP Dodi Abdulrohi membenarkan, terkait peristiwa laka lantas di Jalan Raya Kampung Melayu Timur Wates
yang menabrak tiang listrik dan menimpa pagar rumah warga Kampung Wates, Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga serta di Jalan Raya Tanjung Pasir, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, yang menabrak bengkel.

“Iya memang benar. Sopir dan semua barang buktinya sudah diamankan, namun kasus itu sudah dilimpahkan ke Polres Metro Tangerang Kota, “ kata Dodi. (Sam)