Beranda Berita Warga Rawa Rengas Ingin Gabung Kota Tangerang

Warga Rawa Rengas Ingin Gabung Kota Tangerang

0

Temu Wicara yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Tangerang Utara, dengan tema Peran Serta Masyarakat dan Pemuda Terhadap Pembangunan Tangerang Utara. Tokoh dan warga dari Desa Rawa Rengas, menyebutkan, lebih baik Kosambi dan Teluknaga gabung dengan Kota Tangerang.

Samsudin, warga Rawa Rengas, Desa Rawa, Kecamatan Kosambi, saat menghadiri temu wicara yang diselenggarakan oleh Himaputra mengatakan, Rawa Rengas itu PAD dari bandara Rp 70 milyar, sementara itu warganya tergusur terkena pembebasan lahan bandara.

“Sudah empat tahun Rawa Rengas, tapi tidak ada perhatian dari pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak gusuran dan pembebasan,” ucap Samsudin saat ditemui acara temu wicara yang digelar Himaputra, Minggu (3/11/2019).

Samsudin mengungkapkan, rakyat kecil selalu dibenturkan dengan pengadilan, pasalnya rakyat kecil ketika dipengadilan tidak bisa berbuat apa-apa. “Kami wajar ngambek, penghasilan tinggi, besar dan banyak, dan kami di anak tirikan, karena tidak ada perhatian dari pemda, makanya kami ingin bergabung dengan Kota Tangerang,” kesalnya.

Dirinya mengatakan, ada 63 bidang lahan lagi bahkan lebih yang belum selesai, yang masih sengketa, dan warga harus berhadapan dengan hukum. “Kita ini rakyat kecil jangankan berhadapan dengan hukum, rumah aja sampai sekarang belum selesai, karena hanya bangunan yang dibayar aja kalau sudah seperti ini yang mau disalahin siapa,” ujarnya.

“Insya Allah kita akan lanjut dan deklarasi untuk gabung ke Kota Tangerang, karena Kabupaten Tangerang tidak memperhatikan untuk apa dipertahankan,” pungkasnya.

Sementara itu, Pemerhati Indonesia Ruhyat Idris mengatakan, walau pun dua kecamatan masuk Kota Tangerang tidak menghambat pembentukan Tangerang Utara.

“Saya kira dua kecamatan tidak akan menghambat pemekaran Tangerang Utara, ya paling yang menjadi perdebatan soal APBD,” ujar mantan kepala desa Rawa Burung, Ruhyat Idris.

“Jadi saya kira masyarakat biarkan mereka bebas maunya seperti apa dan juga jangan ada intimidasi kepada masyarakat yang terpenting komunikasi antara warga Rawa Rengas, Rawa Burung dan pemerintah duduk bersama,” imbuhnya.

Ruhyat mengungkapkan, kalau memang pemerintah bisa merespon dan bisa mengobati apa yang menjadi harapan masyarakat, ini bisa tidak mungkin terjadi. “Maka saya kira apa yang akan dilakukan masyarakat kalau pemerintah kabupaten Tangerang hadir sebagai pengobat ini tidak akan terjadi,” tandasnya. (Sam)