Home Bandara Bea Cukai Bandara Soetta Gunakan Metode PNR Cegah Pelaku Jastip Ilegal

Bea Cukai Bandara Soetta Gunakan Metode PNR Cegah Pelaku Jastip Ilegal

0
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta, Finari Manan. (foto: tangerangonline.id)

Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta meningkatkan pengawasan terhadap penumpang yang baru tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Hal ini dilakukan untuk menindak pelaku jasa titipan (jastip) ilegal.

Adapun metode pengawasan yang diterapkan salah satunya dengan menganalisa data penumpang (manifest) yang diperoleh dari airline.

Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Finari Manan mengatakan, penumpang yang tiba dari penerbangan internasional di Bandara Soekarno Hatta kurang lebih 26.000 per hari. Tentunya tidak mungkin petugas Bea Cukai melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap satu persatu penumpang tersebut, sehingga Bea dan Cukai menerapkan risk management dalam pengawasan penumpang.

“Kami menggunakan tool yang membantu menganalisa data penumpang yaitu PNR (passenger name record). Data penumpang diperoleh dari airlines dan data lain diolah untuk menentukan tingkat risiko dari penumpang yang akan tiba,” kata Finari kepada tangerangonline.id belum lama ini.

Artinya, petugas Bea Cukai telah mengantongi data seluruh masyarakat yang akan kembali ke tanah air melalui Bandara Soetta. Sehingga peluang bagi jastip untuk lolos sangat kecil.

Lebih lanjut Finari menjelaskan, selain menggunakan PNR, pengetatan pengawasan juga dilakukan di Green Channel (jalur hijau) dan Red Channel (jalur merah). Yakni, menempatkan petugas yang memiliki kemampuan khusus.

“Kami juga menempatkan petugas di Green Channel dan Red Channel untuk melakukan profiling terhadap penumpang sehingga peluang bagi mereka (jastip) sangat kecil,” tuturnya

Finari menyebut, hingga Agustus 2019 pihaknya telah melakukan penanganan barang jastip sebanyak 408 kali, dengan jumlah total berat yakni 22.244 kilogram atau 1.265 koli.

“Sedangkan negara asal penumpang yang paling sering didatangi oleh para pelaku Jastip ini yaitu Thailand (Bandara Don Muang), Singapura dan Kuala Lumpur,” pungkasnya. (Rmt)