Beranda Berita Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Bukan Berarti Tanpa Penghargaan

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Bukan Berarti Tanpa Penghargaan

0

Guru dikenal dengan pahlawan tanpa tanda jasa. Bukan berarti guru tanpa penghargaan. Guru banyak melahirkan guru bangsa dan Orang-orang sukses di negeri ini. Hal ini diungkapkan Ahmad Syahril Baidilah, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) jelang Hari Guru 25 Nopember 2019.

Menjadi guru berarti seseorang harus siap untuk menjadi panutan dan teladan. Guru selalu dituntut untuk bersikap baik dan membuat yang terbaik. Lebih parahnya lagi masyarakat sering beranggapan bahwa guru itu adalah orang yang tahu dan mengerti segala hal.

Maka tak jarang dalam kehidupan bermasyarakat, guru-guru banyak dipercayakan memegang peran peran penting dalam organisasi kemasyarakatan.

“Saya sangat merasakan didikan dari para guru selama saya belajar di bangku sekolah,” ujar Syahril, Minggu (24/11/2019).

Syahri menyebut, dirinya lahir dari keluarga pendidik, ayah saya pensiunan guru mengabdi kurang lebih 40 tahun, adik saya jadi guru honorer di kabupaten Tangerang sudag 13 tahun, istri saya juga pendidik, jadi sangat merasakan lika liku nasib guru honorer yang terkatung-katung tanpa kejelasan.

Kemudian proses berkembangnya suatu bangsa dimulai dari kegiatan belajar dan mengajar. Dari kegiatan inilah nantinya lahir putra dan putri bangsa yang dikemudian harinya akan menjadi pemegang tongkat estafet pembangunan Negara. Dan kegiatan tersebut tak lepas dari sosok yang sering disebut pahlawan yaitu Guru.

“Jadi kegiatan belajar mengajar lah akan melahirkan putra dan putri bangsa yang melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan negeri ini,” ucapnya.

Lanjut Syahril, Itulah mengapa guru sangatlah di butuhkan dalam suatu perkembangan bangsa, mereka tidak mengenal lelah, mereka tidak meminta imbalan atas apa yang telah mereka berikan. Bagi mereka keberhasilan seorang muridnya pun merupakan hadiah yang sangatlah indah untuk di kenang baginya.

“Maka guru adalah seorang pahlawan yang tak pernah meminta sebuah tanda jasa ataupun penghargaan yang besar. Namun kita lah yang harus peduli terhadap guru dengan memberikan penghargaan yang dirasakan dalam bentuk apapun,” imbuhnya.

Dalam hal ini, Guru merupakan ujung tombak pendidikan di tanah air. Politisi PKS ini juga berharap agar Mentri Pendidikan yang baru untuk mempermudah pengangkatan Guru-guru honorer yang ada dari sambang sampai merauke. Khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang untuk mendorong guru honorer agar kesejahteraannya meningkat.

“Ya mudah-mudahan mentri pendidikan yang baru dan dinas pendidikan Kabupaten Tangerang lebih memperhatikan guru honorer dari kesejahteraan. Maka anggaran pendidikan amanat Undang-undang 20 persen seharusnya porsi untuk guru honorer lebih besar,” tutupnya.(Sam)