Home Bandara Larangan Berdemonstrasi di Bandara Soekarno-Hatta

Larangan Berdemonstrasi di Bandara Soekarno-Hatta

0

Kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum atau berdemonstrasi diatur di dalam Undang-Undang. Ialah, Undang-Undang nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.

Undang-undang tersebut merupakan jaminan bagi masyarakat untuk berdemonstrasi. Namun, sebelum melakukan unjuk rasa, koordinator aksi terlebih dahulu memberitahukan rencanya aksi ke pihak Kepolisian secara tertulis.

Walaupun masyarakat diberi kebebasan untuk berdemonstrasi, tidak serta merta dapat melakukan aksi di semua tempat. Bahkan ada tempat yang terlarang untuk berdemonstrasi diantaranya, pelabuhan laut dan pelabuhan udara. Termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Kasubbag Humas Polresta Bandara Soetta, Ipda Riyanto mengatakan, larangan berdemonstrasi di pelabuhan udara atau bandar udara tertuang di Pasal 9 ayat 2 Undang-Undang nomor 9 Tahun 1998.

“Di Bandara Soekarno-Hatta ini dilarang melakukan aksi unjuk rasa atau berdemonstrasi. Selain sebagai obyek vital nasional, Bandara ini juga merupakan pintu gerbang negara kita. Aksi unjuk rasa dilarang di seluruh kawasan Bandara ini,” kata Riyanto kepada tangerangonline.id di Polresta Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (9/1/2020).

Riyanto menjelaskan, selain di Bandar Udara di Pasal 9 ayat 2 UU No 9 Tahun 1998 juga melarang untuk berdemonstrasi di Tempat Ibadah, Instalasi Militer, Rumah Sakit, Stasiun Kereta Api, Terminal Angkutan Darat dan obyek-obyek vital nasional lainnya.

“Demonstasi di lingkungan Istana Presiden juga dilarang. Kita sering melihat demonstrasi dekat Monas, itu berjarak 150 meter dari pagar Istana Presiden,” jelas Riyanto.

Larangan berdemonstrasi di lokasi-lokasi tersebut pasti bukan tanpa alasan. Hak untuk menyampaikan pendapat dengan berdemonstrasi harus dibarengi dengan kewajiban untuk menghormati hak-hak orang lain, aturan-aturan moral, menjaga keamanan dan ketertiban, menaati hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Rmt)